Penampilan Jokowi Pakai Seragam Militer di Istana Menuai Kritik

"Presiden sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata justru harus berbaju sipil. Itu simbol paling tegas dari civil supremacy dalam demokrasi,"

Penampilan Jokowi Pakai Seragam Militer di Istana Menuai Kritik
KOMPAS.com/Sabrina Asril
Presiden Joko Widodo menemui petinggg PP Muhammadiyah di Istana Merdeka,Selasa (16/6/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO - Penampilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengenakan seragam militer saat menjalankan aktivitasnya di Istana menuai kritik dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik.

"Saat Jokowi berbaju militer di Istana dan menerima tamu, ia bukan cuma menggelikan. Ia secara memalukan memamerkan keterbatasan pengetahuannya," kata Rachland dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2015).

Rachland menjelaskan, Presiden adalah entitas sipil. Itu sebabnya setiap anggota militer yang mau berpolitik atau ingin menjadi Presiden harus melepaskan keanggotaannya dari militer.

"Presiden sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata justru harus berbaju sipil. Itu simbol paling tegas dari civil supremacy dalam demokrasi," ucap dia.

Di Indonesia, lanjut Rachland, imperatif demokrasi itu diwujudkan dengan darah, airmata, bahkan nyawa rakyat, termasuk mahasiswa dan buruh.

BACA juga: Tiga Perempuan Cantik di KRI Banda Aceh Ini Tentara, Bukan Fotomodel

Oleh karena itu, dengan menggunakan seragam militer, Presiden menunjukkan betapa rendahnya penghargaan pada sejarah perjuangan demokrasi kita.

"Sepanjang sejarah RI, agaknya baru kali ini ada Presiden memakai seragam militer ketika menjalankan tugas sehari-harinya di Istana. Padahal dia sipil. Padahal Presiden yang berlatar belakang militer saja tidak pernah," ucap Rachland.

Sebelumnya, Presiden Jokowi terlihat mengenakan seragam militer warna hijau yang biasa dikenakan pasukan Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) lengkap dengan baret hijau di kepalanya, saat menerima kedatangan Pengurus Pusat Muhammadiyah.

BACA juga: Jokowi Santai Sembari Sarungan Jadi Perbincangan Netizen

Penampilan Jokowi ketika menyambut kedatangan rombongan Muhammadiyah, yang semuanya memakai baju batik, itu mengundang perhatian wartawan yang meliput.

Pihak Istana kemudian memberikan respons. Anggota Tim Komunikasi Kepresidenan, Teten Masduki, mengatakan alasan Presiden Joko Widodo terpaksa mengenakan seragam militer ketika menemui pimpinan Pengurus Pusat Muhammadiyah, yang dipimpin Din Syamsuddin, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Menurut Teten, hal itu untuk efisiensi waktu.

Teten menjelaskan, Presiden mengenakan seragam militer saat menyaksikan latihan perang TNI AD di Baturaja, Sumatera Selatan, Selasa siang. Selain sebuah kewajiban, kata Teten, Jokowi mengenakan baju militer untuk menunjukkan kebanggaannya pada prajurit yang sedang berlatih. (Ihsanuddin)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved