Ramadhanku
Masjid At Taubah Jadi Tempat Orang Bertaubat
Masjid yang didirikan pada 1977 ini awalnya diberi nama Masjid Raya Sangatta.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Masjid At Taubah, masjid tua yang masih berdiri kokoh di Jl Inpres, Desa Pasar Raya, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur hingga kini terus digunakan oleh umat Islam untuk beribadah.
Masjid yang didirikan pada 1977 ini awalnya diberi nama Masjid Raya Sangatta.
Pendiri Masjid At Taubah empat orang, yakni H Saidun, Dani, Ibud dan Syahran. Sebelumnya, lahan masjid merupakan lapangan sepak bola dekat kawasan Pasar Sangatta Lama yang memang merupakan kawasan ramai.
"Dulunya hanya lapangan sepak bola. Kemudian hadir perusahaan migas di kawasan sini (Sangatta Selatan) membawa banyak pendatang. Dari situ, Desa Sangatta menjadi lebih berkembang. Hingga berdirilah masjid yang diberi nama Masjid Raya Sangatta," ungkap Busri, penjaga Masjid At Taubah.
Seiring bertambahnya pendatang, lanjut Busri, dari cerita-cerita orang terdahulu, Desa Sangatta yang kini dinamakan Sangatta Lama, dulunya dikenal sebagai kawasan kriminalitas tinggi. Perkelahian, perjudian, pesta miras dan kehidupan malam berada di wilayah tersebut.
Baca: Karomah Masjid Al Wahhab Konon Mengeluarkan Cahaya
Perkelahian kerap terjadi. Bahkan dari perkelahian tersebut tak jarang yang berakhir dengan kematian.
Belum lagi ditambah dengan kegiatan prostitusi yang marak karena banyaknya pekerja pendatang yang tinggal di kawasan desa Sangatta.
Dari mereka yang melakukan perbuatan kriminal, tak jarang akhirnya bertaubat di Masjid Raya Sangatta. Belakangan, nama masjid pun diganti menjadi Masjid At Taubat.
"Bukan hanya karena banyak yang bertaubat di masjid ini, tapi imam masjid juga pendirinya ingin mengajak warga
sekitar yang masih hidup di dunia malam dan kriminal segera bertaubat. Akhirnya masjid ini dinamakan Masjid At Taubah," kata Busri.
Masjid At Taubah telah mengalami beberapa kali renovasi di beberapa bagian masjid, masih tetap digunakan sebagai tempat beribadah. Memiliki luas sekitar 200 meter persegi, jamaah yang datang tak hanya dari warga sekitar, tapi juga dari Kecamatan Sangatta Utara, Sangkima.
Apalagi di bulan Ramadhan begini. Suasana masjid selalu ramai di waktu shalat fardlu dan mendekati waktu berbuka.
"Banyak masyarakat sekitar maupun dari Sangatta Utara yang datang mengantar makanan untuk berbuka di masjid. Setiap hari sekitar 150 orang berbuka di masjid. Baik orang dewasa maupun anak-anak. Mereka secara rutin melakukan pengajian terlebih dulu di sore hari, dilanjutkan berbuka bersama dan sholat magrib berjamaah," ujar Busri yang tinggal tak jauh dari masjid At Taubah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/masjid-at-taubah_20150623_114018.jpg)