Zahra Haghani, Wanita Berhijab yang Diprediksi Menjadi Einstein Masa Depan
Haghani kini adalah asisten profesor di Damghan University, Damghan, Iran.
TRIBUNKALTIM.CO - Ilmuwan berjilbab asal Iran, Zahra Haghani disebut-sebut sebagai kandidat Albert Einstein masa depan.
Sprrho, sebuah perusahaan analis di Inggris bekerja sama dengan British Library melihat semua data ilmuwan yang riset dan karya tulisnya terkait dengan gagasan-gagasan Einstein. Data begitu banyak, mulai dari tahun 1890 hingga saat ini.
Haghani kini adalah asisten profesor di Damghan University, Damghan, Iran. Dia adalah ilmuwan yang meraih gelar doktor dari universitas lokal, Shadid Beheshti University, pada tahun 2013 lalu.
Melacak Google Scholar, ada banyak sekali makalah yang ditulis Haghani dan dikutip oleh ilmuwan lain.
BACA juga: Fakta Mengejutkan tentang Einstein dan Wanita
Sementara itu, di situs universitasnya, tercatat bahwa Haghani telah memublikasikan delapan makalah di jurnal internasional sejak tahun 2011. Tiga makalah lainnya "mengantre".
Salah satu makalahnya yang menarik berjudul "Matter may matter". Haghani dalam makalah itu menguraikan bahwa gabungan antara apa yang disebut Ricci tensor, energi, dan momentum tensor bisa menerangkan pengembangan alam semesta tanpa bergantung pada materi gelap.
Ghani bukan satu-satunya ilmuwan yang diprediksi menjadi Einstein masa depan. Empat orang lain di antaranya Shinji Tsujikawa dari Tokyo University, Hajime Sotani dari Observatorium Nasional Jepang, Nikodem Poplawski dari University of New Haven, dan Brian Pitts dari Cambridge. (Kompas.com, Forbes, Damghan University)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/zahra-haghani_20150626_135559.jpg)