Disnaktan Pastikan Bukan Telur Paslu Melainkan Telur Gagal Menetas
Sehingga telur seperti ini memang tidak layak dikonsumsi.
Penulis: Junisah |
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Ditemukannya telur palsu oleh salah seorang warga di kota Tarakan, sangat mengejutkan Kepala Dinas Peternakan dan Pangan (Disnaktan) Kota Tarakan Elang Buana.
Pasalnya selama ini ia belum pernah mendengar ada telur palsu di Tarakan.
"Saya kaget juga katanya ada telur palsu. Saya ini baru tahu dari teman-teman wartawan. Sebab sampai saat ini belum ada laporan telur palsu. Bahkan setahu saya pembuatan telur palsu itu lebih mahal daripada belinya. Kalau memang ada telur palsu sebaiknya berikan kepada kami nanti kami melihat dan memeriksannya," ucap Elang, Senin (29/6/2015) di Kantor DPRD Kota Tarakan.
Menurut pria yang akrab disapa Elang, melihat dari gambar telur palsu tersebut, ia memperkirakan itu bukan telur palsu, tapi telur yang lama disimpan atau gagal menetas.(Baca juga: Martha Sekeluarga Sudah Terlanjur Makan Telur Palsu)
Sehingga telur seperti ini memang tidak layak dikonsumsi. (Baca juga: Kepala Disperindagkop Memastikan Bukan Telur Palsu Tapi Telur ...)
"Memang telur yang lama disimpan atau gagal menetas memang tidak layak dikonsumsi. Kalau telur busuk, pastinya ada baunya. Namun karena saya belum melihat seara langsung telur tersebut saya jadi tidak tahu seperti apa telur itu," tuturnya.
Elang mengatakan, selama ini telur ayam yang ada di Kota Tarakan didatangkan dari Blitar, Jawa Timur dan Sulewesi.(Lihat juga: VIDEO – Cara Membedakan Telur Palsu)
Setiap telur itu tiba di Kota Tarakan, pastinya melalui pemeriksaan di Balai Karantina Kota Tarakan.
"Sampai sejauh ini balai karantina belum menyampaikan kepada kami kalau ada telur palsu," katanya. (*)
