Breaking News:

Operasi Tangkap Tangan KPK

Hermawi Taslim Berharap Surya Paloh Cepat Pecat OC Kaligis

“Nasdem harus bisa memberikan contoh baik kepada publik, yakni sebagai sapu yang paling bersih. Saya berharap OC Kaligis dibebastugaskan dari Nasdem"

Editor: Domu D.Ambarita
(Warta Kota/Nur Ichsan)
Pengacara senior OC Kaligis saat mendampingi Marshanda, kliennya, dalam sidang perceraian dengan Ben Kasyafani, di Pengadilan Agama Jakarta Pusat Selasa (9/9/2014). OC Kaligis ditangkap KPK dalam pengembangan penyidikan kasus suap pengacara terhadap Ketua PTUN Medan. (Warta Kota/Nur Ichsan) 

TRIBUNKALTIM.CO - Politisi Partai Nasdem Hermawi Fransiskus Taslim berharap Ketua Umum Surya Paloh segera membebastugaskan atau memecat Otto Cornelis Kaligis dari partai. OC Kaligis menduduki jabatan Ketua Mahkamah Partai Nasdem.

“Nasdem harus bisa memberikan contoh baik kepada publik, yakni sebagai sapu yang paling bersih. Dengan demikian harus segera memberikan sanksi kepada pengacara OC Kaligis yang ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam rangkaian operasi tangkap tangan Ketua PTUN Medan,” Hermawi Taslim kepada TribunKaltim.co, Selasa (14/7/2015) petang.

Hermawi Taslim yang menjabat Wakil Ketua Badan Hukum Partai Nasdem menegaskan, “saya berharap OC Kaligis dibebastugaskan dari tugas-tugas partai dan jabatan sebagai Ketua Mahkamah Partai Nasdem, karena dia sudah berstatus tersangka di KPK.”

Menurut Taslim, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebaiknya tidak ragu bertindak, dan segera mencopot OC Kaligis dari jabatan. “Ini sesuai dengan pidato-pidato Pak Surya Paloh yang sering menyebut restorasi, jadi harus segera membebastugaskan OC Kaligis,” kata Taslim.

 
Pengacara senior OC Kaligis saat mendampingi Marshanda, kliennya, dalam sidang perceraian dengan Ben Kasyafani, di Pengadilan Agama Jakarta Pusat Selasa (9/9/2014). OC Kaligis ditangkap KPK dalam pengembangan penyidikan kasus suap pengacara terhadap Ketua PTUN Medan. (Warta Kota/Nur Ichsan)

BACA JUGA: Ini Reaksi OC Kaligis Mendengar Anak Buahnya Ditangkap KPK

Sebelumnya, kata dia, tradisi membebastugaskan tersangka sudah dilakukan kepada kader lainnya, seperti Barnabas Suebu.

Barnabas adalah Gubernur Papua pada 2006-2011. Pada Pemilu 2014, Barnabas menjadi calon anggota legislatif terpilih 2014-2019 mewakili daerah pemilihan Papua.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada 5 Agustus 2014, menetapkan Barnabas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan detailing engineering design pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Mamberamo tahun anggaran 2009-2010.

 
Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan Tripeni Irianto Putro, SH (kiri) (TRBUN-MEDAN.COM)

BACA JUGA:  Hakim Tripeni Diringkus KPK, Mobil Disita dan Kantornya Disegel

Belakangan, menurut Taslim, Nasdem telah membebastugaskan Barnabas dari jabatan sebagai Anggota Dewa Pertimbangan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved