Motor Balap Liar yang Disita Polisi tak Boleh Diambil Sebelum Lebaran
Lima sampai 10 motor berbaris di satu jalan. Kemudian mereka memulai balapan dengan rute di jalan tol yang sudah ditentukan sebelumnya.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kamis (16/7/2015) pukul 06.00 Wita, ratusan remaja dari Penajam, Balikpapan, dan Samarinda memenuhi titik tol Kilometer 13, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara.
Lima sampai 10 motor berbaris di satu jalan. Kemudian mereka memulai balapan dengan rute di jalan tol yang sudah ditentukan sebelumnya.
Dewa Putu Rama, satu di antara penonton balapan menuturkan senang bisa berkumpul bersama remaja lainnya di akhir bulan puasa. Namun kegiatan mereka akhirnya dihentikan anggota Polres Balikpapan.
"Ini kan hari terakhir puasa, anak-anak berkumpul semua," ujar Dewa.
BACA juga: Wow, 1.000 Kendaraan Terlibat Balap Liar Diamankan Polisi Balikpapan
Dewi, warga Gunung Malang menuturkan anaknya ikut menonton balap liar. Dia tidak mengetahui kalau anaknya ikut menonton balap liar.
"Tadi pamit mau jalan-jalan sebentar katanya, tau-tau katanya motornya disita polisi," ujar Dewi.
Kapolres Balikpapan AKBP Andi Aziz Nizar mengatakan orangtua dalam hal ini kurang mengawasi anak-anaknya. Dia mengimbau kepada orangtua untuk tidak memperbolehkan anak mengendarai motor walau hanya sebentar.
"Orangtua seharusnya bisa mengawasi anak-anknya. Jangan sampai membiarkan anaknya mengendarai motor. Motor ini tidak boleh diambil sampai lebaran selesai," kata Andi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/balap-liar-again_20150716_124254.jpg)