Lebaran

Hari Pertama Kerja, Bupati Ini tak Menggelar Sidak dan Halal Bihalal

Basri kepada wartawan mengatakan, dia lebih percaya kepada kepala SKPD masing-masing untuk mengontrol kehadiran para pegawai.

TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Bupati Nunukan, Basri menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Provinsi Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Bupati Nunukan, Basri, Rabu (22/7/2015) memilih berkantor seperti biasa, tanpa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Hari pertama masuk kerja pasca libur panjang Idul Fitri, juga tak diisi dengan acara halal bihalal.

Basri kepada wartawan mengatakan, dia lebih percaya kepada kepala SKPD masing-masing untuk mengontrol kehadiran para pegawai.

“Dia kan eselon II. Saya percaya, makanya saya tunggu di sini saja. Nanti masing-masing SKPD melapor. Siapa tahu ada anak buahnya yang bermasalah segala macam, terkandala jalan atau apa, kita tunggu,” ujarnya.

Dari pengamatan Basri, rata-rata pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan sudah masuk kerja.

BACA: Jalin Silaturahmi, Ribuan Warga Hadiri Open House

Informasi yang diterimanya, kalaupun ada pegawai yang tidak masuk, itu karena sejumlah hambatan. Ada juga yang tidak masuk kerja karena sekaligus mengambil cuti setelah libur Idul Fitri.

Jika masih ada pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, kata dia, tentu sanksi harus diberikan sesuai prosedur berupa pemotongan tunjangan tambahan penghasilan (TTP).

“Kalau memang tidak ada izin, ada sanksi pemotongan TTP. Ini sudah berjalan bukan hanya sekarang, dari kemarin-kamarin sudah begitu. Dan mereka lebih takut begitu daripada dimarahi,” ujarnya.

BACA: Halal Bihalal Kodam VI/Mulawarman Diawali Makan Bersama

Soal alasan tidak menggelar halal bihalal seperti kebiasan tahun-tahun sebelumnya, Basri berpendapat untuk acara seperti ini tidak perlu terlalu formal.

“Santai saja kita. Nanti saya keliling-keliling di sekretariat. Yang penting dari hati ke hati kita, saling maaf memaafkan,” ujarnya.

Bupati pada kesempatan itu berharap, para pegawai memaksimalkan pekerjaannya untuk mengejar kerja-kerja yang tertunda, karena pengurangan waktu pelayanan selama Ramadhan dan libur Idul Fitri.

“Jangan sampai pelayanan kita kepada masyarakat berkurang atau tidak maksimal gara-gara waktu kemarin. Bulan puasa kita kondisinya lain daripada hari ini. Jadi harus dikejar semua, yang perlu diselesaikan, selesaikan sekarang,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved