Sabtu, 18 April 2026

NASA Temukan Planet Mirip Bumi Berjarak 1.400 Tahun Cahaya

Planet ini terletak sekitar 1.400 tahun cahaya (artinya, cahaya saja membutuhkan waktu sekitar 1.400 tahun untuk mencapai planet mirip bumi itu.

Reuters/NASA/Ames/JPL-Caltech/T. Pyle/Handout
llustrasi artistik membandingkan Bumi (kiri) dengan planet lain yang mirip Bumi (disebut Kepler 452b) di luar tata surya. Gambar ini dirilis NASA, 23 Juli 2015 waktu setempat. 

TRIBUNKALTIM.CO, MARYLAND - Badan Antariksa Nasional AS (NASA) mengumumkan teleskop Kepler menemukan sebuah planet yang sangat mirip dengan Bumi di sebuah zona layak huni di sekitar bintang yang mirip matahari (tata surya kita) yang jauh. Hal itu diungkapkan ilmuwan AS

Dikutip Reuters, Jumat (24/7/2015), planet tersebut berukuran sekitar 60 persen lebih besar dari Bumi dan terletak sekitar 1.400 tahun cahaya (artinya, cahaya saja membutuhkan waktu sekitar 1.400 tahun untuk mencapai planet mirip bumi itu) di konstelasi Cygnus.

Zona layak huni gugusan bintang maksudnya adalah sebuah wilayah yang memungkinkan bagi planet memiliki air di permukaannya.

"Saya pikir, ini adalah sesuatu yang paling dekat tentang planet lain seperti Bumi," kata astronom Jon Jenkins dalam sebuah jumpa pers di Moffett Field, California.

Namun NASA belum bisa memastikan apakah planet berbatu itu memiliki air dan udara. Tetapi, Kepler 452b -- demikian NASA menamai planet itu -- tidak ubahnya sepupu tua Bumi. Ia juga belum bisa memastikan planet ini memiliki lautan seperti di Bumi.

"Mulai hari ini, Bumi tidak lagi kesepian, dan bukan satu-satunya planet bisa dihuni," ujar Jon Jenkins, peneliti Kepler dengan sangat yakin.

Kepler

Ilustrasi keberadaan planet yang ditemukan teleskop Kepler. Terletak 1.400 tahun cahaya dari Bumi.

Lebih jauh menurut Jenkins seperti dilansir CNN, mengatakan, mereka yang tiba di planet itu akan mengalami tarikan gravitasi dua kali dari Bumi. Permukaan planet disebutnya kemungkinan lebih berbatu. Planet yang mirip Bumi itu sedikit lebih jauh dari bintangnya, dibanding jarak Bumi dengan Matahari. Bintang tempat Kepler-452b juga tampak lebih besar dan cerah dibanding matahari kita.

Dengan keberadaannya yang seperti itu, Kepler 452b mendapat energi yang setidaknya sama dengan Bumi yang dapat energi dari Matahari. "(Karena itu) Kepler-452b hampir pasti memiliki atmosfer," tambah Jenkins.

NASA meluncurkan teleskop ruang angkasa Kepler pada tahun 2009 untuk melakukan survei sampling atas bintang-bintang terdekat dalam upaya untuk mengetahui apakah ada planet lain seperti Bumi di galaksi.

"Ini kemajuan besar dalam menemukan planet seperti Bumi yang mirip dalam ukuran dan suhu di sekitar bintang mirip matahari," kata ilmuwan NASA lainnya, Jeff Coughlin seperti dikutip Reuters.

Bintang induk Kepler 452b sedikit lebih tua, berusia sekitar 6 miliar tahun. Bandingkan dengan usia Matahari yang 4,6 miliar tahun. "Ini menakjubkan untuk mempertimbangkan bahwa planet ini telah menghabiskan 6 miliar tahun di zona habitasi bintang," ujar Jenkins.

Dengan ditemukannya Kepler-452b, maka teleskop ini telah menemukan sebanyak 1.030 planet yang telah dikonfirmasi dan diidentifikasi dari hampir 5.000 planet. Daftar planet potensial meliputi 11 yang dekat Bumi, 7 di antaranya lingkaran bintang seperti matahari.

"Upaya untuk mengetahui apakah Kepler-452b memiliki kondisi seperti Bumi mungkin harus menunggu generasi baru teleskop ruang yang lebih sensitif," kata administrator asosiasi NASA, John Grunsfeld.(achmad bintoro)

Sumber: Reuters, CNN

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved