Selasa, 14 April 2026

Kepala Desa Tewas di Hotel Melati Usai Mengkonsumsi Obat Kuat

Diduga kuat, kepala desa tersebut tewas setelah menenggak obat kuat, lalu mengalami gagal jantung.

TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Kamar nomor 41 jadi saksi bisu kematian Sumarno (49) di salah satu hotel kelas melati di jalan Gatot Subroto, pada minggu (26/7/2015) malam. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala desa Benu Baru, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutim Timur, ditemukan meninggal dengan kondisi tidak berpakaian di salah satu hotel kelas melati di jalan Gatot Subroto, pada Minggu (26/7/2015) malam.

Dari keterangan pihak kepolisian, korban atas nama Sumarno (49) ditemukan pertama kali tewas oleh salah satu karyawan hotel, ketika itu posisi Sumarno berada di lantai dengan kendaaan tidak menggunakan sehelai pakaian pun. Dari kamar hotel bernomor 41, ditemukan obat kuat yang sudah terbuka.

Diduga kuat, kepala desa tersebut tewas setelah menenggak obat kuat, lalu mengalami gagal jantung. Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara, IPTU Hasan Setyabudi mengungkapkan, pada saat jasad ditemukan, kondisi pintu sedang terbuka, hal tersebutlah yang membuat karyawan hotel tahu.

BACA: Mahasiswa Tewas Terpeleset Usai Berfoto Selfie di Coban Sewu

"Obat kuat yang ditemukan memang telah terbuka, kuat dugaan obat kuat itu menjadi pemicu terjadinya serangan jantung dan mengakibatkan korban tewas," ungkapnya, Senin (27/7/2015).

Dugaan semakin kuat, tewasnya Sumarno terjadi sebelum dirinya hendak melakukan hubungan sexual, karena kepolisian juga mendapati perempuan yang sempat menemani korban sebelum tewas.

"Memang ada perempuan yang menemani, namun statusnya hanya sebagai saksi saja dan telah kami bebaskan, karena kami tidak ada temukan indikasi adanya pembunuhan," jelasnya.

Sementara itu, resepsionis hotel, Marzuki (27) menjelaskan, Sumarno sudah berada di hotel tersebut sejak tanggal 25 Juli silam, namun dirinya tidak mengetahui perihal apa Sumarno datang ke Samarinda.

"Sudah 2 malam nginap di hotel, saya tidak tahu ada urusan apa ke Samarinda, hanya saja bapak itu memang sering datang ke hotel untuk menginap," ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, sebelum Sumarno ditemukan tewas, kepala desa itu sempat menghubungi dirinya, dengan keluhan dadanya sedang sakit, Marzuki pun langsung menganjurkan untuk diperiksa ke rumah sakit.

Baca juga: Pembunuh Janda Ternyata Guru Privat Beranak Satu

"Sempat nelpon saya sorenya, dia bilang kalau dadanya sakit, saya pun langsung suruh ke rumah sakit dengan menggunakan ojek yang ada disekitar hotel. Malamnya pun, sekitar pukul 20.30 wita dia sempat telpon saya lagi, tapi tidak sempat saya angkat," urainya.

Jenazah pun sudah diambil oleh pihak keluarga di RSU AW Syahranie untuk dikebumikan. Korban pun dipastikan memang memiliki riwayat penyakit jantung. Keluarga pun menolak untuk dilakukan otopsi dan pihak rumah sakit hanya melakukan visum luar saja.

"Dugaan memang karena serangan jantung, keluarga pun menolak untuk dilakukan otopsi dan rumah sakit hanya melakukan visum luar saja, hasilnya pun masih belum diketahui," ucap Kapolsekta Samarinda Utara, Kompol Ervin Suryatna. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved