Minggu, 24 Mei 2026

Pilkada Samarinda

Jaang Bantah Siapkan Skenario Calon Boneka

Jika pasangan calon tetap satu, maka semua tahapan pilkada tidak bisa dilanjutkan.

Tayang:
Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Bakal calon walikota Samarinda, Syaharie Jaang didampingi bakal calon wakil walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail menyerahkan formulir pendaftaran kepada Ketua KPU Samarinda, Selasa(28/7/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda sudah menutup pendaftaran pasangan bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota Samarinda, Selasa (28/7/2015).

Hasilnya, hanya pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail (JaaNur Jilid II) yang menyatakan diri siap bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda, bulan Desember mendatang.

Karena hanya satu calon yang mendaftar, maka KPU Samarinda akan kembali kembali melakukan sosialisasi selama tiga hari, dan pendaftaran pasangan calon kembali dibuka pada 1-3 Agustus mendatang.

Jika pasangan calon tetap satu, maka semua tahapan pilkada tidak bisa dilanjutkan.

"Semua tahapan pemilu akan dibatalkan dan Samarinda ikut pilkada serentak selanjutnya," kata Ramoan Saragih, Ketua KPUD Samarinda ketika menutup pendaftaran.

Baca: Berpasangan dengan Putrinya, Awang Sebut Zuhdi dan Gaffar Sosok Baik

Pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail yang resmi diusung partai Demokrat, Nasdem dan PKS ini mengaku tidak khawatir akan menjadi pendaftar tunggal.

Pasalnya kata dia, masih ada sebanyak 32 kursi di DPRD Samarinda yang masih berpeluang mengusung hingga tiga calon ke depannya. Selain itu, tiga partai yang sudah mendukung pasangan ini juga mendapat dukungan dari partai non parlemen yakni PBB, PKB dan PKPI.

"Masih ada 32 kursi lagi yang bisa mengusung dua atau tiga calon. Jadi saya berterimakasih kepada teman-teman partai politik yang saat ini menyiapkan diri untuk bersama-sama kita dalam menyambut pesta demokrasi ini dengan baik," kata Jaang.

Jaang juga membantah ada skenario menyiapkan "calon boneka" sebagai bentuk antisipasi jika hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar.

Menurutnya, menarik dukungan partai bukanlah perkara sederhana. Seperti dukungan PKB, PKPI dan PBB menurutnya didapat melalui proses panjang.

"Yang masih belum menentukan sikap kan ada 32 (kursi), dan tidak gampang hal itu kita lakukan. Apalagi untuk menggiring partai lain," katanya.

Terkait absennya PPP yang sejak awal sudah menyatakan dukungan untuk JaaNur Jilid II, menurutnya harus dihormati sebagai sebuah keputusan politik.

Ia membantah bahwa hal tersebut berkaitan dengan masih adanya permasalahan dualisme di tubuh PPP. Ia juga membantah adanya isu bahwa mundurnya PPP dikait-kaitkan dengan skenario persiapan "calon boneka".

"Ini kan kebijakan partai masing-masing. Kita tahu teman kita bahwa harus juga ada sinkronisasi, mungkin ada yang mau mendukung saya dan pak Nusyirwan, mungkin ada yang mendukung yang lain kita hormati. Itulah sebuah politik," kata Jaang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved