Ini Sikap Komite Olimpiade Terkait Pencemaran di Perairan Rio de Janeiro

Sebelumnya, IOC dan penyelenggara Olimpiade di Rio mengatakan hanya akan melakukan tes bakteri di perairan itu

Ini Sikap Komite Olimpiade Terkait Pencemaran di Perairan Rio de Janeiro
AP/Leo Correa
Ikan mati dan sampah mengapung di Pantai Guanabara di Rio de Janeiro, Brasil. Salah satu lokasi kompetisi olahraga air dalam Olimpiade 2016. 

TRIBUNKALTIM.CO - Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan memerintahkan tes virus penyebab penyakit di perairan yang dicemari limbah, tempat para atlet akan bertanding di Olimpiade Rio de Janeiro tahun depan.

Sebelumnya, IOC dan penyelenggara Olimpiade di Rio mengatakan hanya akan melakukan tes bakteri di perairan itu karena Brazil dan umumnya semua negara hanya mensyaratkan tes semacam itu untuk menentukan keamanan penggunaan perairan itu untuk rekreasi dan pertandingan.

Tapi setelah laporan kantor berita Associated Press minggu lalu mengungkapkan banyaknya virus yang terkait langsung dengan limbah kotoran manusia pada perairan tempat pertandingan Olimpiade, IOC berubah sikap.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan IOC harus memperluas tes-tes-nya.

"WHO mengatakan mereka merekomendasikan pengujian virus," ujar direktur medis IOC Dr. Richard Budgett pada AP.

"Kami selalu mengatakan akan mengikuti saran pakar, jadi sekarang kami akan meminta pihak berwenang di Rio untuk mengikuti saran pakar, yaitu tes virus."

BACA: Gawat! Arena Perairan Olimpiade 2016 Dipenuhi Kotoran Manusia

Hari Sabtu lalu Federasi Layar Internasional (ISAF) menjadi pihak pertama yang menentang sikap IOC untuk melakukan tes bakteri saja, dengan mengatakan federasi itu akan melakukan tes virus sendiri.

"Kami akan mencari seseorang yang dapat melakukan pengujian itu untuk kami yang dapat secara aman mencakup apa yang harus kami ketahui dari perspektif virus dan bakteria," ujar Peter Sowrey, kepala eksekutif ISAF. "Itu rencana saya."

Hal itu muncul setelah WHO mengatakan kepada AP hari Sabtu bahwa mereka telah menyarankan IOC melakukan tes virus.

BACA: Separuh Negara di Dunia tidak Capai MDGs

Analisis AP selama lima bulan menemukan virus dan bakteri dengan tingkat yang berbahaya dari saluran pembuangan di tempat-tempat para atlet akan berkompetisi dalam cabang-cabang olahraga air pada Olimpiade dan Paralimpik 2016.

Lebih dari 10.000 atlet dari lebih dari 200 negara diperkirakan akan berkompetisi dalam ajang olahraga yang digelar 5-21 Agustus 2016 itu.

Hampir 1.400 diantaranya akan bersentuhan dengan air yang terkena polusi limbah, seperti berlayar di Pantai Guanabara, berenang di Pantai Copacabana dan lomba kano dan dayung di air payau di Danau Rodrigo de Freitas. Mulai minggu ini, ratusan atlet akan melakukan uji coba Olimpiade di perairan. (VOA Indonesia)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved