Kesehatan

Hasil Studi, Makanan Pedas Bisa Menurunkan Risiko Kematian Dini

“Jika Anda makan lebih banyak makanan pedas, ini akan lebih baik bagi kesehatan Anda dan menurunkan risiko kematian,

Hasil Studi, Makanan Pedas Bisa Menurunkan Risiko Kematian Dini
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Bagi Anda yang suka mengonsumsi makanan pedas mungkin bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa rutin mengonsumsi cabai atau sumber makanan pedas lainnya dapat menurunkan risiko kematian dini.

Penelitian ini berdasarkan analisa makanan yang dilakukan bertahun-tahun. Hasilnya menemukan, bahwa orang dewasa yang melaporkan mengonsumsi makanan pedas, seperti cabai segar ataupun cabai kering, setidaknya tiga hari dalam satu minggu memiliki risiko lebih rendah terhadap kematian selama periode studi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi makanan pedas kurang dari sekali dalam seminggu.

“Penemuan ini sangat simpel,” ujar pimpinan penulis studi Dr. Lu Qi, profesor kedokteran di Harvard Medical School, Boston.

“Jika Anda makan lebih banyak makanan pedas, ini akan lebih baik bagi kesehatan Anda dan menurunkan risiko kematian, terutama yang berkaitan dengan kanker dan penyakit jantung."

BACA: Selama Ramadan Habiskan 200 Porsi Mie Pedas Mampus

Namun, penulis studi mengingatkan bahwa investigasi mereka tidak memungkinkan untuk menarik garis langsung sebab akibat antara konsumsi makanan pedas dan menurunnya risiko kematian. Mereka hanya bisa menemukan hubungan antara faktor-faktor ini.

Qi dan rekan-rekannya telah menerbitkan temuan mereka di The BMJ pada 4 Agustus lalu.

Antara 2004-2008, penulis studi memimpin melakukan survei terkait makanan dan sejarah kesehatan sekitar 199.000 pria dan 288.000 wanita dari 10 wilayah berbeda di Tiongkok. Para partisipan berusia antara 30-79 tahun.

Mereka yang memiliki riwayat kanker, penyakit jantung atau stroke dikeluarkan dari penelitian. Dalam waktu tujuh tahun, lebih dari 20.000 peserta meninggal dunia.

Tim peneliti tidak menghitung persis berapa banyak rempah-rempah yang dimasukkan ke dalam makanan setiap orang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved