Sabtu, 23 Mei 2026

Apa Kabar Youri Djorkaeff, Sang Legenda Inter dan Prancis?

Khusus di Piala Dunia 1998, Djorkaeff selalu bermain di tujuh pertandingan mulai dari fase grup hingga final.

Tayang:
Shaun Botterill/Getty Images
Youri Djorkaeff mengangkat trofi Piala Dunia 1998. 

TRIBUNKATIM.CO - Penggemar sepak bola generasi 1990-an tentu tak asing dengan Youri Djorkaeff. Pria keturunan Rusia-Armenia itu merupakan bagian dari skuat tim inti nasional Prancis sewaktu menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.

Khusus di Piala Dunia 1998, Djorkaeff selalu bermain di tujuh pertandingan mulai dari fase grup hingga final. Catatan tersebut hanya bisa disamai oleh dua pemain lain, yakni Fabien Barthez dan Marcel Desailly.

Peran Djorkaeff sebagai tulang punggung Prancis berlanjut di Euro 2000. Sedikit berbeda dengan Piala Dunia 1998, striker yang terkenal jago mengeksekusi tendangan penalti itu sempat sekali absen sepanjang turnamen.

Djorkaeff terlihat duduk manis di bangku cadangan menyaksikan Prancis memenangi laga semifinal kontra Portugal. Dia baru kembali masuk susunan pemain pada pertandingan final menghadapi Italia. (Baca juga: Saat Pesta Pernikahannya, Pasangan Ini Beri Makan Para Pengungsi)

Cemerlang di level timnas, Djorkaeff juga terbilang sukses di level klub. Dia turut berjasa mempersembahkan trofi Coupe de France 1990/91 saat memperkuat Monaco, Piala Super Prancis 1995 dan Piala Winner 1995/96 bersama PSG, serta Piala UEFA 1997/98 bareng Internazionale.

Selepas dari Internazionale, karier Djorkaeff cenderung mengalami penurunan. Dia bergabung dengan klub-klub medioker seperti Kaiserslautern, Bolton Wanderers, Blackburn Rovers, hingga akhirnya memutuskan gantung sepatu pada 29 Oktober 2006 usai semusim membela New York Red Bulls.

Bertahan di Amerika

Pascapensiun, Djorkaeff dan keluarganya ternyata enggan meninggalkan Amerika Serikat, terutama New York.

Dia rela bahkan rela melakoni penerbangan pulang-pergi sewaktu berprofesi sebagai komentator salah satu stasiun televisi ternama di Prancis, Orange Sport, pada periode 2008-2012.

Setelah menanggalkan profesi komentator, Djorkaeff mulai aktif mengelola sebuah organisasi non-profit bernama Youri Djorkaeff Foundation (YDF) yang ia dirikan pada 2011.

YDF bergerak membantu mewujudkan mimpi anak-anak kurang mampu di New York, terutama berkaitan dengan sepak bola dan pendidikan formal. Misi utama yayasan ini adalah mengubah kehidupan sosial melalui edukasi, serta pelatihan fisik dan mental.

Tahun lalu, YDF menjalin kerja sama dengan mantan klub Djorkaef, Internazionale, untuk membentuk Inter Campus, sebuah program sepak bola terpadu yang bebas biaya bagi anak-anak di New York.

Di tengah kesibukannya mengembangkan sepak bola usia dini di New York, Djoekaeff ternyata diam-diam memendam hasrat mengambil kursus kepelatihan guna merintis karier manajerial.

“Saya memang berencana mendapatkan lisensi kepelatihan,” ujar Djorkaeff seperti dikutip dari portal berita Armenia, News.am. (Juara.net)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved