Parenting

Masuk Sekolah Terlalu Pagi Tak Berdampak Baik untuk Anak

Laporan terbaru yang dipublikasikan oleh US CDC menunjukkan rata-rata sekolah di Amerika Serikat dimulai terlalu pagi.

Masuk Sekolah Terlalu Pagi Tak Berdampak Baik untuk Anak
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Laporan terbaru yang dipublikasikan oleh US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan rata-rata sekolah di Amerika Serikat dimulai terlalu pagi.

Data tersebut menunjukkan bahwa satu dari lima sekolah dari 40.000 sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan campuran, menetapkan jam sekolah dimulai sebelum pukul 08.30. Padahal, waktu mulai sekolah yang dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics adalah pukul 08.30 pagi

Sekolah di negara bagian Lousiana umumnya memulai waktu belajar tepat pada pukul 7.40 pagi. Sementara itu, negara bagian Alaska memulai waktu sekolah pada pukul 08.33 pagi. Kebanyakan negara bagian memberlakukan waktu mulai sekolah pukul 08.03 pagi.

Menurut para pediatri, seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah memerlukan waktu tidur 8,5-9,5 jam dalam sehari. Namun kenyataanya, dua dari tiga orang siswa sekolah menengah atas, tidur kurang dari delapan jam sehari karena waktu mulai sekolah yang terlalu pagi.

Baca: Belajar di Pinggir Jalan, Bocah Miskin Ini Akhirnya Dapat Beasiswa

Kurang tidur bagi anak-anak meningkatkan resiko seperti obesitas, penurunan nilai akademik, serta kecendrungan memiliki perilaku negatif. Risiko kurang tidur semakin meningkat bagi anak remaja. Remaja yang kurang tidur dilaporkan lebih emosional dan memiliki masalah pada perilaku.

Saat ini, para ahli medis dan Secretary of Education Amerika Serikat, Arne Duncan, sedang mengupayakan adanya perubahan pada waktu mulai sekolah.

"Waktu mulai sekolah yang lebih lama, dapat membantu siswa meningkatkan performa akademis, mengurangi keterlambatan, dan bolos sekolah. Kita selalu mendengar bahwa siswa yang mengantuk tak memiliki nilai baik di sekolah. Sekarang penelitian juga mendukung. Penelitian menunjukkan jika siswa berusaha, mereka lebih akan mawas diri dan siap untuk belajar," ujar Duncan.

Di Indonesia sendiri, khususnya di Jakarta waktu memulai kegiatan belajar dan mengajar adalah pukul setengah tujuh pagi. Beberapa sekolah memberlakukan waktu mulai pukul 7 pagi. Alasan agar tak terjebak macet, tak menambah kemacetan, serta membuat anak dapat pulang lebih cepat menjadi alasan dari kebijakan tersebut.

Berdasarkan hasil studi dan risiko anak kurang tidur, apakah kebijakan di Tanah Air tersebut, sudah cukup tepat? (Silvita Agmasari)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved