Breaking News:

Masih Banjir, Polder Gang Indra Ajukan Rp 26 Miliar Lagi

Polder Gang Indra dengan luas sekitar 1,5 hektare di Jl P Antasari, Kelurahan Air Putih yang sudah mulai dibangun sejak tahun 2004 lalu.

TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Komisi III DPRD Samarinda melakukan inspeksi mendadak ke Polder Gang Indra Kelurahan Air Putih, Selasa (11//8/2015) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Polder Gang Indra dengan luas sekitar 1,5 hektare di Jl P Antasari, Kelurahan Air Putih yang sudah mulai dibangun sejak tahun 2004 lalu, kembali menjadi sorotan.

Setelah sebelumnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda menetapkan Busrani, seorang pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda sebagai tersangka, kini proyek yang seharusnya bisa mengurangi banjir di seputaran Jl P Antasari tersebut dinilai mangkrak. Bukannya berkurang, banjir di seputaran Jl P Antasari saat ini dinilai makin bertambah parah.

Padahal kata Mursyid Abdul Rasyid, anggota Komisi III DPRD Samarinda kepada Tribunkaltim.co di ruangannya, Rabu (12/8/2015), proyek tersebut sudah menelan dana yang tidak sedikit yakni Rp 43,2 miliar.

Memang menurutnya, sebagian lahan masih bermasalah dan sedang diproses oleh penegak hukum. Agar bisa berfungsi dan puluhan miliaran tidak sia-sia kata dia, setidaknya Pemkot Samarinda bisa memperdalam salah satu bagian polder disisi lahan yang tidak bermasalah.

"Yang bermasalah jangan diganggu, biarlah dulu diproses hukum," katanya.

Kondisi saat ini kata Mursyid, sesuai pemaparan instansi terkait didapati bahwa polder belum bisa berfungsi dikarenakan belum adanya saluran pembuangan ke sungai-sungai terdekat. Harus diakui kata Mursyid, perencanaan awal pembangunan polder tersebut amburadul.

Agar berfungsi maksimal, instasi terkait sudah mengajukan anggaran lagi Rp 26 miliar. Anggaran itu akan digunakan antara lain untuk pembuatan saluran pembuangan air dari polder dengan mengeruk Sungai Manggis hingga Sungai Mahakam (sebelah SPBU Karang Asam), rumah pompa, dana yang diajukan tidak tanggung-tanggung yakni mencapai Rp 26 miliar.

Baca: Setelah Busrani, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Lain Kasus Polder Gg Indra

Usulan anggaran itu menurut Mursyid, tentunya masih akan dibahas oleh DPRD Samarinda.

"Mereka ajukan sekitar Rp. 26 miliar lagi," kata Mursyid.

Sementara itu, Kasi Pengelolaan dan Penyediaan Air Baku DBMP Samarinda, Rosmayadi Novida ketika mendampingi inspeksi mendadak (sidak) panitia khusus (pansus) LKPj akhir masa jabatan Walikota Samarinda 2010-2015 belum lama ini mengatakan, agar berfungsi maksimal memang perlu dibangun saluran baru sebagai pembuangan air dari polder ke Sungai Mahakam.

Selain saluran, tepat di pembuangan ke Sungai Mahakam (sebelah SPBU) Karang Asam akan dibangun rumah pompa yang bisa ditutup untuk mencegah air masuk ketika sungai pasang.

"Kita memang masih butuh dana sekitar Rp 20-an miliar. Jadi Sungai Manggis itu kita dalamkan, jadi air dari polder dibuang ke sana," katanya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page  fb TribunKaltim.co  atau follow twitter  @tribunkaltim

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved