Apron Bandara yang Terbengkalai Tergenang Menyerupai Kolam

Pembangunan bandar udara di Desa Padang Pangrapat, Muar Paser, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur terbengkalai. Material pembangun pun menumpuk

TRIBUNKALTIM.CO/SARASSANI
Pembangunan bandar udara di Desa Padang Pangrapat, Muar Paser, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur terbengkalai. Lahan yang sedianya untuk pelataran pesawat atau apron, yaitu areal yang akan digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang, kini menggenang seperti danau buatan. Foto tampak Kamis (13/5/2105). (TribunKaltim.co/Sarassani) 

"Tiga kali kita rapat, 3 kali juga kita ingatkan, tapi tidak juga bisa mengejar ketertinggalan, akhirnya kita putuskan kontraknya."
Inayatullah, Sekretaris Dishub Kabupaten Paser

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Sarassani/Ahmad Sidik

TRIBUNKALTIM.CO - Keinginan Pemerintah Kabupaten Paser memiliki bandar udara (bandara) yang representatif seperti harus tertunda.

Proyek pembangunan bandar udara di Desa Padang Pangrapat, Muar Paser, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dimulai tahun 2011. Saat ini, prosesnya terhenti, proyek mangkrak. Avron bandara pun berubah menjadi kubangan, bahkan layaknya kolam.

Sejak September 2014, pekerjaan fisik pembangunan sisi udara Bandara Tana Paser dihentikan Pemkab Paser.

Pantuan koran Tribun Kaltim dan portal online TribunKaltim.co, Kamis (13/8/2015), lokasi bandara terlihat sepi dan lengang, meski masih ada sejumlah alat berat di sekitar area proyek.

Begitu pula di lokasi pembangunan sisi darat. Workshop dan kantor perusahaan pelaksana proyek sepi dari aktifitas. Semua pintu tertutup rapat, padahal kontruksi bangunan sisi darat yang semestinya diselesaikan oleh PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk masih ada yang belum dipasangi plafon dan dicat.

BACA JUGA: Laju Pembangunan Bandara Paser Terganggu Hujan

Pembangunan bandar udara di Desa Padang Pangrapat, Muar Paser, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur terbengkalai. Barang-barang untuk membangun pun menumpuk. Foto tampak Kamis (13/5/2105). (TribunKaltim.co/Sarassani)

Tepat di depan bangunan sisi darat, tampak kolam kecil yang sebenarnya adalah apron, tempat penumpang menuju atau menaiki pesawat. Salah satu pekerjaan yang belum sempat diselesaikan PT Lampiri Rilis Kerja Sama Operasional (KSO), kontraktor pelaksana pembangunan sisi udara.

Arfan, petugas keamanan PT NKE yang ditemui TribunKaltim.co menuturkan, sejak 5 Agustus 2015, kontrak proyek sisi darat sudah berakhir. Saat bersamaan, karyawan administrasi dan teknik PT NKE jarang ke lokasi proyek.

"Kalau para pekerjanya sudah sejak bulan puasa keluar dari sini (lokasi proyek bandara)," ujarnya.

Arfan mengaku baru 8 bulan bekerja sebagai petugas keamanan. Meski sudah tidak ada aktivitas, masih ada barang perusahaan yang harus dijaga. Salah satunya tumpukan besi berbentuk pagar. "Jaga tumpukan besi itu, kalau lain sudah banyak angkut orang kantor," ucapnya.

BACA JUGA: Laju Pembangunan Bandara Paser Terganggu Hujan

Selama bekerja di PT NKE, Arfan lebih banyak melihat tumpukan tanah gambut, yang keras saat kering, tapi sangat lembek ketika basah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved