Berita Pemkab Kutai Timur
Genjot Produksi, PDAM Segera Keruk Area Sekitar Intake
Karena menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau ini bisa terjadi sampai November 2015.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kemarau yang berkepanjangan dan endapan lumpur yang menebal membuat debit air Sungai Sangatta, sebagai sumber air baku PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur atau lebih dikenal "PDAM Sangatta" menurun.
Akibatnya produksi air bersih berkurang dari biasanya. Seperti diketahui, dalam kondisi normal PDAM Sangatta mampu memproduksi 230 liter per detik.
Tetapi dengan kondisi kemarau seperti sekarang ini, ditambah endapan lumpur, maka perusahaan ini hanya mampu menghasilkan 150 sampai 180 liter per detik air untuk warga.
Selanjutnya untuk meningkatkan produksi air baku, rencananya dalam waktu dekat PDAM Sangatta bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pengerukan di sekitar intake. (Baca juga: Atasi Krisis, PDAM Tambah Dua Pompa Baru )
Kepala PDAM Kutim, Aji Mirni Mawarni, mengatakan rencana itu bukannya tanpa kendala. Setelah dilakukan pemantauan oleh tim, mobilisasi alat berat menggunakan ponton terhalang pendangkalan.
"Termasuk tumpukan batu yang ada di sekitar aliran sungai tersebut. Sedangkan jika melalui jalur darat masih akan diusahakan," ujar Aji Mirni saat ditemui di ruang kerjanya.
Kendati demikian, kendala dimaksud tidak dijadikan penghalang. Namun justru dijadikan motivasi pihaknya untuk terus berupaya bagaimana intake bisa menampung debit air yang lebih banyak.
Dijelaskan lebih jauh,
nantinya pengerukan hanya dilakukan di daerah sekitar intake. "Kurang lebih 40 meter persegi saja. Tidak boleh melakukan pengerukan di sepanjang daerah aliran sungai yang menjadi kewenangan provinsi. Itu ada aturan mainnya," tambahnya.
Karena produksi air yang terbatas, maka untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Sangatta, PDAM sudah melakukan penggiliran distribusi air bersih secara terjadwal.
Aji Mirni mengimbau agar masyarakat lebih bijak dan berhemat dalam penggunaan air dimusim kemarau seperti ini. Karena menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau ini bisa terjadi sampai November 2015.
Scara umum, pihaknya tetap akan mengedepankan pelayanan dalam pendistribusian air kepada masyarakat sambil mengatasi kendala yang terjadi hingga saat ini. (*hms4/advertorial)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/intake-pdam-kutim_20150825_171418.jpg)