6.000 Mahasiswa Baru Unmul Mulai Adaptasi

Harapannya mari kita besarkan Universitas Mulawarman. Tujuan orang tua memasukkan adalah mendapatkan gelar Sarjana sesuai pilihannya masing-masing

6.000 Mahasiswa Baru Unmul Mulai Adaptasi
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HP
Rektor Universitas Mulawarman Profesor Masjaya Masjaya menyematkan almamater mahasiswa baru pada PAMB Unmul, pada pembukaan PAMB Mahasiswa di GOR Unmul, jalan Kuaro Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu,Kalimantan Timur, Selasa (26/8/2015) 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Nevrianto HP

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penerimaan Adaptasi Mahasiswa Baru (PAMB) Universitas Mulawarman (Unmul) 2015 berlangsung din GOR 27 September Unmul di jalan Kuaro Gunung Kelua, Kalimantan Timur dihadiri 6.000 mahasiswa baru (Maba), Rabu (26/8/2015).

PAMB tahun ini dengan tema Laboratorium Pencetak Inisiator Muda yang berlandaskan Wawasan kebangsaan dan siap berkarya dari Unmul Untuk Indonesia.(baca juga: Tari Enggang Selingi Pengundian Nomor Urut Peserta Pilkada )

Pada rangkaian acara pembukaan PAMB, Rektor Unmul Profesor Masjaya menyematkan mahasiswa pada 14 perwakilan mahasiswa dari 14 Fakuktas yang ada di Unmul.

Rektor Unmul, Masjaya menyapa mahasiswa dan mengucapkan selamat datang dengan pengenalan pejabat rektorat Unmul. (baca juga: Komplotan Perampok Pura-pura Service AC Raup Rp 1,8 Miliar)

''Harapannya mari kita besarkan Universitas Mulawarman. Tujuan orang tua memasukkan adalah mendapatkan gelar Sarjana sesuai pilihannya masing-masing," ujarnya.

Ia menambahkan makna aktivitas yang paling utama adalah belajar dengan baik.''Insha Allah setelah ini akan ada PAMB masing-masing di Fakultas. Unmul sekarang sangat terbuka silahkan berkomunikasi mulai dari rektor hingga seluruh pejabat dan pegawai Rektorat," ucapnya.

Ustad Mayor M Solehuddin Siregar MM dari Kodam VI Mulawarman menyampaikan kuliah Umum Wawasan Kebangsaan, dengan nasihat bangsa yang besar memahami sejarahnya dan menghargai jasa para pahlawannya.

''Para pejuang mengorbankan jiwa sampai mati syahid. Kini harapannya para penerusnya termasuk mahasiswa memperjuangkan kedaulatan dan keadilan bagi negaranya, selalu semangat memiliki rasa berbangsa Indonesia,'' ucapnya.

"Semangat kebangsaan harus ada contohnya saat pengibaran bendera kita berdiri dan hormat.Cinta Tanah Air dan Bangsa adalah bagian dari Iman,'' jelasnya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page  fb TribunKaltim.co  atau follow twitter  @tribunkaltim

Penulis: Nevrianto
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved