Kamis, 23 April 2026

Pilkada Serentak

Figur Perempuan Punya Peluang, Tergantung Marketing Politiknya

Lima kandidat perempua itu yakni, Rita Wiyasari (Kukar), Neni Moerniaeni (Bontang), Norbaiti (Kutim), Asmin Laura Hafid (Nunukan) dan, Asmah Gani.

TRIBUNKALTIM.CO/BUDHI HARTONO
Komariah Kuncoro, Aktivis Perempuan Samarinda 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aktivis perempuan Samarinda, Komariah Kuncoro memastikan figur perempuan yang maju sebagai calon kepala daerah memiliki peluang. Hanya saja, perlu didukung dari segi marketing politik untuk mengemas nilai jual figur dari kaum gender.

Pilkada serentak yang digelar 9 Desember 2015, ada lima figur perempuan bersaing mencalonkan kepala daerah di Provinsi Kaltim.

Lima kandidat perempua itu yakni, Rita Wiyasari (Kukar), Neni Moerniaeni (Bontang), Norbaiti (Kutim), Asmin Laura Hafid (Nunukan) dan, Asmah Gani.

"Kalau peluang, semuanya punya peluang. Mereka kan ada yang sudah berpengalaman. Dan itu memiliki kans untuk bisa menjabat kepala daerah nanti," kata Komariah kepada TribunKaltim.co, Rabu (26/8/2015) sore.

Hanya saja, lanjut dia, kandidat atau calon kepala daerah dari kaun gender harus memperhatikan marketing politik. Kata dia, marketing politik menjadi penting ketika sosok atau figur dipasarkan ke masyarakat atau pemilih.

BACA JUGA: Sri Ingin Figur Pemimpin Seperti Bu Risma

"Ibaratnya, kalau produk itu bagus, tapi pemasarannya atau tim suksesnya (timses) tidak bisa mengemas, ya mungkin sulit bersaing. Makanya timses itu harus pandai mengemas calonnya itu," saran Komariah.

Beberapa figur perempuan yang mencalonkan ikut pilkada serentak, memiliki latar belakang keturunan dari politisi.

Sebut saja, Rita Widyasari anak dari mantan Bupati Kukar Syaukani HOUR, Neni istri mantan Walikota Bontang Sofyan Hasdam, Norbaiti istri mantan Bupati Kutim Isran Noor dan Asmin Laura Hafid dikenal anak mantan Bupati Nunukan Abdul Hafid. Sedangkan Asmah Gani, kini menjabat wakil Bupati Nunukan saat ini.

"Kalau trah politik, itu menjadi pendukung saja. Tapi bisa mempengaruhi popularitas dan itu menjadi edit value (nilai tambah). Kembali lagi, bagaimana figur itu bisa dipilih, itu tugas timses mengemas calonnya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved