Kriminal
Nilai Dolar Naik, Aksi Perampokan pun Meningkat
Tidak lain karena permasalahan ekonomi, banyak orang yang memilih jalan pintas dengan mencuri atau merampok
Penulis: Christoper Desmawangga |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Christoper Desmawangga
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Meningkatnya aksi kriminalitas di Samarinda lebih disebabkan kerena faktor ekonomi, hal itu ditambah dengan rendahnya pendidikan yang dienyam oleh para pelaku kejahatan.
Hal tersebut diungkapkan oleh, Psikolog asal Samarinda, Ayunda Ramadhani, MPsi. Dia menilai penyebab utama dari seluruh tindak kriminalitas yakni, himpitan hidup berupa kesejahteraan yang erat kaitnya dengan kondisi perekonomian.
"Tidak lain karena permasalahan ekonomi, banyak orang yang memilih jalan pintas dengan mencuri atau merampok, dan berbuat hal nekat lainnya yang melanggar hukum, guna memperoleh apa yang mereka inginkan, agar dapat memenuhi kebutuhan hidup," ungkapnya, Selasa (25/8/2015).
BACA JUGA: Komplotan Perampok Pura-pura Service AC Raup Rp 1,8 Miliar
Polisi memamerkan barang bukti beserta tersangka perampokan yang telah beraksi sebanyak 12 kali di Samarinda, Selasa (25/8/2015) - (TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER DESMAWANGGA)
Ditambah dengan semakin meroketnya nilai dolar terhadap rupiah, yang menyebabkan harga barang maupun kebutuhan hidup meningkat, membuat sebagian orang memilih jalan pintas, yakni merampok.
BACA JUGA:Ini Kronologis Penangkapan Perampok Meraup Rp 1,8 Miliar

Polisi memamerkan barang bukti beserta tersangka perampokan yang telah beraksi sebanyak 12 kali di Samarinda, Selasa (25/8/2015) - (TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER DESMAWANGGA)
"Saat ini memang harus kita akui, kebutuhan hidup semakin tinggi, dengan berbagai macam faktor, salah satunya karena nilai rupiah yang jauh dengan nilai dolar, tentu itu berdampak dengan semakin meningkatnya kebutuhan perekonomian, bagi warga yang tidak kuat dengan tekanan tersebut, tidak sedikit warga mencoba jalan pintas untuk mendapatkan harta benda," urainya.
BACA JUGA: Dijanjikan Jadi Guru, Penyandang Difabel Malah Disuruh Bayar Rp 10 Juta
Psikolog Ayunda Ramadhani, M. Psi
Tingginya angka kriminalitas juga tak terlepas dari suatu daerah yang telah mengalami perkembangan dalam pembangunan maupun perekonomian, hal itu karena banyaknya pelaku kejahatan yang berasal dari luar daerah.
"Mereka akan mencari daerah yang memiliki potensi keuntungan bagi mereka, banyak memang yang bukan berasal dari daerah tempat rampokan. Tapi, tak sedikit juga pelaku yang berasal dari daerah tempat kejahatannya," ucapnya. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page fb TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/samarinda_perampok-modus-tukang-ac_20150826_083626.jpg)
