90 Persen Kebakaran Lahan Akibat Warga ‎

Bila kebakaran lahan terjadi di luar kecamatan Sangatta, ‎UPTD PKHL, lanjut Dwi, masih kesulitan melakukan pemadaman.

TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Upaya pemadaman kejadian kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Kutai Timur 

Laporan Wartawan tribunkaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Titik Hotspot di Kabupaten Kutai Timur setiap harinya kian bertambah. Data tanggal 30 Agustus 2015 yang diperoleh dari Dinas Kehutanan Kutim, dari 65 titik api di Kaltim, 13 titik api berada di wilayah Kutai Timur.

Meliputi, tujuh titik di Sangatta, satu titik di Muara Ancalong, dua titik di Muara Wahau dan tiga titik di kecamatan Sangkulirang. Angka titik hotspot tersebut menempatkan Kutim di urutan ke empat dengan titik hotspot terbanyak.

Kasubbag TU UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dishut Kutim, Dwi Prayitno mengatakan titik hotspot yang terdeteksi satelit di wilayah Kutim, umumnya terjadi karena ulah manusia. (baca juga: VIDEO – Wow Seekor Ayam Tidur Seperti Manusia )

Yakni terjadi karena pembakaran lahan. "90 persennya terjadi karena warga yang sengaja membakar lahan. Entah untuk berkebun atau untuk membangun gubuk. Tapi umumnya, setelah lahan mulai terbakar, mereka tinggalkan. Sehingga kita sulit menemukan orang yang membakar lahan. Selain itu, bila lokasinya berada jauh ke hutan atau rawa, kita khawatir dengan binatang buas, seperti buaya dan ular," ungkap Dwi,Rabu (2/9/2015).

Bila kebakaran lahan terjadi di luar kecamatan Sangatta, ‎UPTD PKHL, lanjut Dwi, masih kesulitan melakukan pemadaman. Karena selain alat yang dimiliki terbatas, tenaga juga terbatas.

"Kalau di Sangatta, masih bisa terpantau dan bisa koordinasi dengan instansi lainnya yang memiliki alat pemadam. Namun, kalau sudah di luar Sangatta, kita tidak mampu. Kita hanya bisa mengandalkan perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi kejadian kebakaran, untuk membantu pemadaman," beber Dwi. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page  fb TribunKaltim.co  atau follow twitter  @tribunkaltim

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved