Kebakaran Hutan

Gejala ISPA Meningkat, Dinkes Bagi 25 Ribu Masker

Dinas Kesehatan memastikan, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) tidak mengalami peningkatan.

Gejala ISPA Meningkat, Dinkes Bagi 25 Ribu Masker
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau terus berupaya memadamkan lahan gambut yang terbakar di berbagai kecamatan di Kabupaten Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Hujan mengguyur wilayah Tanjung Redeb, Berau dan sekitarnya membuat kabut asap mulai menipis. Cuaca di Berau terpantau cerah. Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menyarankan agar warga tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Dinas Kesehatan memastikan, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) tidak mengalami peningkatan.

"Peningkatan secara signifikan belum ada, tapi kalau gejala ISPA pasti ada. Tapi mereka tidak memeriksakan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit karena hanya batuk ringan sebagai dampak kabut asap," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Totoh Hermanto, Kamis (3/9/2015).

Secara kualitas, kabut asap memang buruk tapi durasi kabut asap tidak terlalu panjang, sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap kesehatan. Ditanya jumlah penderita ISPA, Totoh mengaku belum mendapat laporan dari puskesmas dan rumah sakit.

Baca: Kabut Asap, Jarak Pandang di Tanjung Selor Hanya 2 Kilometer ...

"Petugas kesehatan kami di lapangan mengatakan tidak ada peningkatan penderita ISPA. Tapi untuk pencegahan, kami menyarankan masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, karena kabut asap ini belum hilang sepenuhnya," ujarnya.

Menurut Totoh, kabut asap sangat berisiko bagi anak balita, lanjut usia, ibu hamil.

"Mereka yang menderita asma juga berisiko kambuh karena kabut asap walaupun sedikit," imbuhnya. Selama kabut asap berlangsung, pihaknya sudah membagikan 25 ribu masker kepada masyarakat.

"Sebenarnya, masker yang dibagikan ke masyarakat untuk petugas kesehatan kami. Tapi karena situasinya darurat kami bagikan kepada masyarakat," ungkapnya.

Totoh mengakui, selama ini pihaknya tidak pernah menganggarkan pengadaan masker untuk situasi darurat.

Pengamatan Tribunkaltim.co, meski kabut asap relatif berkurang, pengendara sepeda motor masih mengenakan masker. Penggunaan masker selain untuk meminimalisir asap yang masuk ke saluran pernafasan juga untuk menghindari partikel debu yang cenderung meningkat selama musim kemarau. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved