Calon Ketum Kadin Sarankan Daerah Ini Tinggalkan Pola VOC
Untuk lepas dari ketergantungan sumber daya alam (SDA), Roesan menyarankan Kaltim untuk membenahi industri pengolahan.
Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Provinsi Kalimantan Timur diminta meninggalkan pola perekonomian ala Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di zaman penjajahan Belanda.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Roesan P Roeslani, kala bertatap muka dengan Kadin Kaltim, di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Senin (7/9/2015) malam.
Untuk lepas dari ketergantungan sumber daya alam (SDA), Roesan menyarankan Kaltim untuk membenahi industri pengolahan.
"Jangan seperti VOC yang gali terus jual ke luar negeri. Harus diolah biar ada nilai tambah," kata Roesan.
Baca: Ini Harapan Kadin kepada Pemimpin Baru di Kota Minyak
Perekonomian bergantung kepada komoditas yang terjadi di Kaltim saat ini, menurut Roeslan menjadi penyebab ekonomi Kaltim mudah terpengaruh situasi ekonomi global.
"Ekspor berbasis komoditas ini tidak bisa kita kontrol harganya," kata Roesan yang berniat maju di Musyawarah Nasional (Munas) Kadin, 22 November mendatang. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.
Like fan page fb TribunKaltim.co
dan follow twitter @tribunkaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/roesan-p-roeslani_20150908_103839.jpg)