Daerah Ini Punya Banyak Sungai, tapi Olahraga Dayung Miskin Prestasi

“Saya bingung, kenapa tidak ada atlet dayung yang berprestasi ya,” ungkapnya.

Daerah Ini Punya Banyak Sungai, tapi Olahraga Dayung Miskin Prestasi
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Selvi Yanti Anugerah Ayuni 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Kondisi alam Kabupaten Bulungan yang dikelilingi perairan sungai merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Sungai yang menghiasi Bumi Tenguyun Bulungan, seharusnya tersedia segudang atlet dayung.

Itulah harapan yang diungkapkan Selvi Yanti Anugerah Ayuni, yang merasa prihatin terhadap dunia olahraga daerahnya yang mengalami kelangkaan prestasi cabang olahraga dayung Kabupaten Bulungan.

Mahasiswi Universitas Kalimantan Utara (Kaltara) itu menjelaskan, sehari-harinya masyarakat Kabupaten Bulungan sudah terbiasa dengan alam sungai. Alat transportasi air menjadi andalan setiap hari.

“Saya bingung, kenapa tidak ada atlet dayung yang berprestasi ya,” ungkapnya.

Dia ingin, daerah Bulungan muncul bibit-bibit atlet dayung yang hebat. Diharapkan para pengurus olah-raga dayung ini mau mengembangkan secara serius dan membina baik.

“Ciptakan atlet dayung yang berprestasi, baik tingkat nasional maupun di kancah internasional,” ujar Vivi, panggilan akrab Selvi Yanti Anugerah Ayuni, yang kala itu mengenakan jilbab hitam.

BACA JUGA: Tim ESD Juarai Lomba Dayung Perahu Buaya

Menurutnya, bila olahraga dayung mampu menorehkan tinta emas di tingkat dunia, tentu saja yang bangga bukan para atletnya saja, tetapi juga seluruh warga Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, dan umumnya rakyat Indonesia.

“Lokasi alam kita sudah tersedia. Tinggal cari orang-orangnya saja, yang mau serius jadi atlet siapa saja. Kalau serius pasti pemerintah juga akan mau bantu,” ujar Vivi, perempuan kelahiran Tana Tidung ini.

Dia yakin, cabang olah-raga dayung bisa gemilang. Kecemerlangan prestasi olah-raga bergantung pada dukungan penuh pemerintah, swasta, dan masyarakat madani.

Jika mau bersatu, tambah dia, tidak akan mustahil, Bulungan akan selalu juara di tiap kompetisinya.

“Pengurusnya juga tidak boleh asal-asalan. Harus benar-benar mengurus. Digarap secara profesional,” kata Vivi, yang lahir pada 30 September 1993 ini. (*)

Penulis: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved