Minggu, 19 April 2026

Kabut Asap

2.045 Sekolah di Malaysia Ditutup Akibat Asap Kiriman dari Indonesia

Mahdzir mengatakan aktivitas sekolah akan dibuka kembali setelah indeks polutan udara (APU) turun menjadi 150.

Anadolu Agency/Alexandra Radu
Pemandangan kota Kuala Lumpur di tengah kabut asap pada Senin (14/9/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabut asap yang melanda sejumlah daerah di Indonesia ternyata menyebar sampai ke negara tetangga.

Sedikitnya 2.045 sekolah di Malaysia ditutup akibat dampak kabut asap kiriman dari Indonesia. Adapun total siswa di seluruh sekolah tersebut mencapai 1.523 juta. Demikian diaaporkan Kantor Berita Malaysia, Bernama, Selasa (15/9/2015).

Menteri Pendidikan Malaysia Mahdzir Khalid mengatakan beberapa sekolah di Selangor, Kuala Lumpur, Putrajaya, Negeri Sembilan dan Melaka, harus ditutup sebagai tindakan pencegahan kesehatan setelah dinyatakan kualitas udara tidak sehat dan sangat tidak sehat, Senin (14/9/2015) malam.

BACA JUGA: Belasan Jadwal Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Terganggu Setiap Hari

Seorang pria tampak berada di dekat lahan yang diduga kuat sengaja dibakar di kawasan Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, Senin (24/8/2015). (Foto: TribunKaltim.co/Nevrianto)

Mahdzir mengatakan aktivitas sekolah akan dibuka kembali setelah indeks polutan udara (APU) turun menjadi 150.

"Direktif untuk sekolah-sekolah ditutup dibuat kemarin karena API naik ke 195. Diperkirakan masih akan meningkat lebih lanjut," katanya kepada wartawan.

Mahdzir mengatakan Departemen juga tengah memantau situasi kabut asap di Perak, Pahang, dan Terengganu yang telah memburuk.

BACA JUGA: Kebakaran Lahan Gambut Ring Road Bakal Jadi Hotspot Baru

Pembacaan API 0-50 menunjukkan kualitas udara yang baik; 51 – 100, moderat; 101 untuk 200, tidak sehat; 201 untuk 300, sangat sehat dan 300 dan atas, berbahaya.

Sesuai prosedur, sekolah akan ditutup ketika API mencapai 200 seperti ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dan Departemen lingkungan.

Situasi ini juga memburuk di Indonesia. Pemerintah Indonesia menyatakan keadaan darurat di Riau. Sementara di Singapura, kualitas udara juga masih tercatat pada tingkat tidak sehat. (Srihandriatmo Malau)

***

UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page  fb TribunKaltim.co  atau follow twitter  @tribunkaltim


Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved