Salam Tribun

Ayo Berwirausaha!

LESUNYA pertumbuhan ekonomi berdampak pada industri di berbagai sektor. Akibatnya banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Editor: Amalia Husnul A
tribunkaltim.co/rahmat taufik
Ilustrasi. Antrean para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di kantor BPJS Ketenagakerjaan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Lesunya pertumbuhan ekonomi berdampak pada industri di berbagai sektor. Akibatnya banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Di Kaltim saja, dari data yang disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sudah lebih 5.000 karyawan di-PHK pada 125 perusahaan tempat mereka bekerja. Kondisi ini bisa bertambah buruk pada akhir tahun, lantaran tanda-tanda pemulihan ekonomi "belum terlihat".

Hal ini membuat banyak gejolak sosial di masyarakat. Bahkan banyak kasus perceraian di Kaltim yang dilatarbelakangi oleh persoalan ekonomi. Ya, lantaran suami di-PHK maka tak mampu lagi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Jadilah sang istri menuntut cerai. Memang ini bukan yang utama, tapi angka ini cukup tinggi.

Tapi dampak PHK massal ini tidak melulu negatif. Belakangan ini saya melihat fenomena menarik di Kaltim. Namanya Pasar malam! Pasar malam adalah pasar yang melakukan transaksi perdagangan di malam hari. Berbagai barang dagangan atau jasa diperjualbelikan di sini.

Saat ini keberadaannya tengah menjamur. Pasar malam bermunculan di mana-mana bak jamur di musim hujan. Dan ternyata banyak korban PHK di Kaltim yang beralih profesi menjadi pedagang pasar malam. Menurut saya, bukan soal pasar malamnya, tapi ini soal kemauan berwirausaha. Saya senang melihat belakangan ini makin banyak orang berwirausaha. Buat saya berwirausaha ini sebenarnya jalan keluar dari krisis yang menimpa negeri ini.

BACA JUGA: Ini 4 Tips Membuka Usaha Ala Jokowi

Namun anehnya, masih banyak orang menganggap berwirausaha adalah "profesi" menakutkan. Takut rugi! Ini berbanding terbalik dengan kondisi di negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, dan yang paling akrab dengan kita yaitu warga negara China. Kebanyakan wirausahawan di Indonesia pun justru bukan warga pribumi.

Aneh, bukannya menjadi "bos", malah memilih menjadi karyawan. Pemerintah sekarang harus banyak mengasah dan mengembangkan bakat berwirausaha terutama bagi kaum muda.

Mengapa bakat? Karena ilmu berwirausaha dapat dipelajari oleh setiap orang. Jadi sebetulnya, tidak ada alasan untuk mengatakan tidak berbakat berwirausaha. Bukankah nenek moyang bangsa kita adalah seorang pedagang ? Coba kita pahami lagu ini, nenek moyangku seorang pelaut.dan seterusnya. Nenek moyang kita adalah seorang pelaut, ya pelaut, bukan nelayan.

BACA JUGA: UKM Universitas Balikpapan Gelar Seminar Wirausaha

Bedanya, seorang pelaut mengarungi samudera untuk berdagang ke berbagai negara, tetapi jika seorang nelayan mengarungi lautan hanya untuk mencari ikan. Sekali lagi, wirausaha adalah bakat yang dapat dipelajari! Ingat, 9 dari 10 pintu rezeki berasal dari berdagang?

Kaum muda harus berwirausaha. Karena masa muda adalah masa yang paling vital bagi perjalanan hidup kita. Kebiasaan yang kita lakukan di masa muda merupakan cerminan kehidupan kita di masa tua. Hukum sebab akibat-lah yang berlaku. Lebih baik jadi wirausahawan ketika muda, daripada jadi karyawan ketika tua nanti.

BACA JUGA: Bisnis Batu Bara Jeblok, Karyawan Cemas PHK Tiap Dipanggil SDM

Hilangkan rasa malu, gengsi, takut, malas, dan berbagai sifat lain yang dapat menghambat kita untuk memulai wirausaha. Buang sifat tersebut jauh-jauh. Mengapa harus malu, bukankah berwirausaha adalah pekerjaan mulia dan halal?

Kunci sukses untuk berwirausaha yaitu melaksanakannya. Banyak sekali orang yang berkeinginan untuk berwirausaha, sudah punya ide, tapi ia terhambat oleh satu hal yaitu menunda untuk melaksanakannya. Seratus gagasan tidak akan berarti tanpa adanya aksi. Maka dari itu, ayo kita lakukan sekarang. Banyak sekali peluang-peluang yang bisa kita jadikan bisnis. Mumpung masih muda, ayo jadi wirausahawan ! Bangsa ini membutuhkan banyak sekali wirausahawan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved