Breaking News:

Hari Raya Idul Adha

Jangan Besar-besarkan Perbedaan Waktu Idul Adha

“Perbedaan ini adalah Rahmat Allah SWT. Mari kita lebih mengedepankan ukhuwah islamiyah,” ujarnya.

TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN
Ilustrasi - Shalat Id 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan HM Shaberah mengimbau masyarakat Nunukan, agar tidak membesar-besarkan perbedaan tanggal Idul Adha antara ormas Muhammadiyah dengan ketetapan pemerintah.

“Perbedaan ini adalah Rahmat Allah SWT. Mari kita lebih mengedepankan ukhuwah islamiyah,” ujarnya.

Shaberah menjelaskan, pemerintah menetapkan tanggal Idul Adha berdasarkan Dzulqa’dah yang diistikmalkan menjadi tiga puluh hari.

“Dan tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Selasa, 15 September 2015. Itu berdasarkan hasil pemantau hilal di beberapa daerah di seluruh Indonesia. Dan Ketetapan ini dituangkan dalam SK Menag No. 279 Tahun 2015 tentang Penetapan Tanggal 1 Dzulhijjah,” ujarnya.

Baca: Komunitas Muslim Perjuangkan Libur Sekolah untuk Idul Fitri dan ...

Dengan begitu, pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1436 H bertepatan dengan Kamis (24/9/2015).

Dengan perbedaan tanggal Idul Adha ini, Shaberah mengajak umat Islam di Kabupaten Nunukan agar saling memahami dan saling bertoleransi.

“Jika ada yang melaksanakan Hari Raya Idul Adha duluan, mari jaga ketenangan, ketertiban. Dan bagi yang belum melaksanakan, mari kita saling menghormati antar sesama. Begitu juga sebaliknya pada hari berikutnya,” katanya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page  fb TribunKaltim.co  atau follow twitter  @tribunkaltim

Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved