Science

Tereshkova, Nenek 76 Tahun Kosmonot Rusia Ingin Raih Tiket Mars

Valentina Tereshkova, 76, adalah wanita pertama Rusia menjadi kosmonot tahun 1963. Kini dia bercita-cita ingin meraih satu tiket untuk misi ke Mars.

theguardian.com
Valentina Tereshkova, wanita kosmonot pertama Rusia yang pernah mengorbit selama tiga hari di ruang angkasa. 

SETELAH mencapai usia 76 tahun, Valentina Tereshkova --wanita kosmonot pertama Rusia- sedang menikmati kehidupan sebagai orang mapan. Dia sekarang bisa berkebun, atau mungkin menghabiskan waktunya dengan membaca buku.

Tetapi cita-citanya ternyata jauh dari itu. Dia punya ide sangat berbeda tentang masa depannya, yaitu: ingin pergi ke Mars, planet favoritnya. Lebih tepatnya, dia menyatakan senang jika misi itu ternyata hanya untuk sekali jalan, berangkat ke Mars tetapi tidak bisa kembali ke bumi.

Foto: Michael Bowles / REX Shutterstock
Valentina Tereshkova, wanita pertama di ruang angkasa, dan Vostok 6 pesawat ruang angkasa wahana saat dia melakukan perjalanan di ruang angkasa sedang dipamerkan di Museum Sains di London.

RIAN Archieve
Valentina Tereshkova, wanita komsonot pertama Rusia. Kini sedang berlomba untuk bisa mendapatkan satu tiket sebagai manusia pertama yang akan hidup di Planet Mars.
 
BACA JUGA: Inilah Kondisi Jika Planet Mars Dihuni Manusia

"Tentu ini mimpi saya pergi ke Mars," kata Tereshkova. Dia adalah wanita pertama di luar angkasa selama tiga hari mengorbit di luar angkasa Bumi, tahun 1963. "Saya ingin mencari tahu apakah ada kehidupan di sana atau tidak. Dan jika ada itu, lalu kenapa itu mati? Jenis bencana apa saja yang terjadi? "

Rasa ingin tahu seperti dibagi oleh banyak orang lain, tentu saja. Yang membedakan Tereshkova - dijuluki "burung camar kecil" oleh Sergei Korolyov, ayah dari program luar angkasa Soviet - adalah kenyataan bahwa dia bersedia melakukan perjalanan yang tanpa prospek kembali ke bumi. Pada usia ketika kebanyakan orang berpikir untuk menetap untuk bermain dengan cucu-cucu mereka.

Di sini Videonya:

Tereshkova serius mengikuti penerbangan berawak ke dunia lain, di mana dia akan mengakhiri hidupnya keluar dari eksistensi di koloni kecil dengan beberapa penghuni Mars dan hidup bergantung pada pasokan angkutan secara sporadis dari Bumi.

BACA JUGA: Mengapa Planet Mars Kehilangan Atmosfer? Ini Jawaban Ilmiahnya

Misi ini sesungguhnya tak lebih dari sebuah perjalanan bunuh diri. Namun demikian, Tereshkova berkomitmen. "Saya siap," katanya.

Saat ini ada ribuan orang dari seluruh dunia telah mendaftar untuk sebuah proyek Mars One, yang telah mengumumkan rencana meluncurkan misi pribadi untuk mendarat manusia ke Mars, terdiri dari empat laki-laki dan perempuan pada 2023 sebagai koloni permanen.

Awal tahun ini kelompok mengungkapkan itu mencari relawan untuk misi tersebut. Sampai saat ini, 165.000 telah mendaftar. Kebanyakan adalah laki-laki, seperempat datang dari AS dan banyak siswa.

Ini adalah respon yang menakjubkan, mengingat bahwa penyelenggara juga telah menegaskan tidak akan ada prospek pengembalian para pioneer itu kembali ke Bumi. Untuk meluncurkan roket ke arah Mars, tidak cukup besar untuk membawa kru, oksigen, makanan dan bahan bakar cukup untuk lepas landas lagi, setelah eksplorasi beberapa bulan ', apalagi membawa astronot kembali ke bumi.

BACA JUGA: VIDEO - Heboh, Sebuah Piramida Ditemukan di Permukaan Planet Mars

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved