Sebar Foto Editan Soal Kepala Sekolah di Medsos, Empat Siswa Minta Maaf

Di dalam foto tersebut tampak kepala sekolah, H Nafi Muliyan, sedang mengawasi siswa sedang dihukum sujud mencium tanah.

Sebar Foto Editan Soal Kepala Sekolah di Medsos, Empat Siswa Minta Maaf
IST
Instagram 

TRIBUNKALTIM.CO - Gara-gara meme, empat Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Nanga Pinoh, Melawi, terpaksa harus membuat pernyataan maaf kepada pihak sekolah.

Keempatnya dianggap telah melakukan pencemaran nama baik kepala sekolah, bahkan nama sekolah.

Keempat siswa tersebut sebelumnya telah mengunggah foto meme ke Instagram. Mereka mengedit foto kakak kelas mereka yang sedang dikenakan hukuman sujud mencium tanah di halaman sekolahan, dikarenakan tidak mengikuti salat dzuhur berjama’ah.

Di dalam foto tersebut tampak kepala sekolah, H Nafi Muliyan, sedang mengawasi siswa sedang dihukum sujud mencium tanah.

Hanya saja dalam foto tersebut sudah diedit dan diberi tulisan “ Yang Kuat Selalu Berkuasa, Yang Lemah Selalu Merana".

H Nafi Muliyan yang mengetahui itu kemudian memanggil mereka dan para orang tua murid untuk menjelaskan masalah yang terjadi.

Dia juga meminta kepada siswa yang terlibat untuk menghapus foto yang telah di upload dan beredar ke salah satu media social.

H. Nafi’ Muliyan, S.Pd Kepala Sekolah mengatakan bahwa sanksi hukuman bagi siswa yang tidak mengikuti shalat berjamah merupakan tindakan disiplin sekolah.

“Setiap murid di SMA Muhammadiyah kita wajibkan untuk mengikuti salat berjamaah, bagi yang lalai maka kami beri hukuman sujud mencium tanah, dikarenakan kita ini berasal dari tanah maka nantinya akan kembali ke tanah “ Jelasnya.

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved