Citizen Journalism

Selamatkan Hutan dan Orangutan di Samboja Lestari

SAAT merayakan Idul Fitri 1436 H, saya menerima kabar bahwa lokasi Samboja Lestari kembali mengalami kebakaran hebat.

Selamatkan Hutan dan Orangutan di Samboja Lestari
HO-DOK Isshak Yassir
Inilah kawasan Samboja Lestari dari ketinggian.

Selain itu, komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder terutama kepada tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah daerah juga terus kami lakukan terkait pengembangan program. Setiap tahun jika terjadi kebakaran, kami secara gotong royong bahu membahu bersama masyarakat di sekitar kawasan memadamkan api di lokasi tersebut. Pagar betis kami adalah masyarakat sekitar, di mana tanpa diminta mereka secara sukarela datang memadamkan api.

Begitupula sebaliknya, di saat masyarakat membutuhkan bantuan, kami juga selalu siap membantu dan bekerja sama sesuai kemampuan kami. Sudahkah komunikasi dan hubungan baik dengan instansi di sekitarnya dilakukan? Jejaring hubungan baik perlu dilakukan, sehingga kamunikasi akan dapat berjalan dengan baik. Instansi pemerintah yang ada di sekitar Samboja Lestari, seperti Tahura Bukit Suharto dan Balitek KSDA mempunyai SDM dan persiapan yang cukup matang dalam antisipasi kebakaran hutan dan lahan tahun ini. Hal itu dikarenakan mereka juga bertanggung jawab dengan kawasan mereka yaitu Tahura Bukit Suharto dan KHDTK Samboja.

Sebagai orang yang saat ini tidak terlibat lagi di dalam kegiatan di Samboja Lestari, saya memahami bahwa membangun akan lebih mudah daripada mempertahankan. Saya juga memahami mungkin saat ini permasalahan yang dihadapi berbeda dan semakin rumit. Namun, saya meyakini modal sosiallah yang selalu menyelamatkan lokasi Samboja Lestari dari ancaman kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya sejak tahun 2000.

Mematikan api bersama masyarakat secara gotong royong, dengan persiapan pencegahan yang terencana baik peralatan, sumber daya manusia, termasuk akses jalan serta fasilitas pendukung lainnya, termasuk komunikasi dan koordinasi. Itulah cara kami mencegah sehingga api setiap tahunnya tidak akan pernah masuk ke dalam lokasi Samboja Lestari. Untuk itu, perkuat dan pupuklah modal sosial yang dulu telah dirintis bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.

BACA JUGA: BREAKING NEWS – Wilayah Rehabilitasi Orangutan di Samboja Terbakar

Kuatkanlah modal sosial itu, jika dirasakan masih rapuh. Bukan sebaliknya, ditinggalkan dan dilupakan. Karena modal finansial yang kuat meski datang dari luar negeri tidak akan cukup dalam mengelola Samboja Lestari, pelibatan masyarakat lokal dan hubungan baik dengan lembaga lain mutlak dilakukan.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat masih ada lebih dari 1.000 Ha lokasi lahan Samboja Lestari yang masih berhutan dan masih berpeluang untuk diselamatkan sehingga akan tetap dapat mendukung tidak hanya program reintroduksi dan rehabilitasi orangutan saja, tetapi juga memberi manfaat baik langsung dan tidak langsung kepada masyarakat setempat.

Saya juga berharap dan memohon kepada masyarakat di seluruh Indonesia, terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Timur, khususnya masyarakat Samboja, mari kita bersama menjaga keberadaan Samboja Lestari. Jadikanlah Samboja Lestari menjadi kebanggaan kita bersama sebagai salah satu site restorasi lahan kritis terbaik di Indonesia, bahkan di dunia.

Izinkanlah Samboja Lestari sebagai tempat sementara untuk dihuni lebih dari 200 orangutan yang menunggu giliran untuk dapat dilepasliarkan ke habitat aslinya yang sudah terbatas dan rusak akibat dari berbagai aktivitas kita sebagai manusia. Jadikanlah Samboja Lestari sebagai wadah penelitian dan pendidikan lingkungan untuk putra dan putri kita. Mari kita selamatkan Samboja Lestari, Orangutan dan Bumi Kita. Salam Hijau. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved