Kamis, 7 Mei 2026

Kesehatan

Pria Ini Sembuh dari HIV Setelah Intens Terapi Stem Cell

Dikabarkan pasien berkewarganegaraan Amerika Serikat yang kini tinggal di Jerman ini sebelumnya telah mengidap HIV selama bertahun-tahun.

Tayang:
www.ibtimes.co.uk
Timothy Ray Brown 

TRIBUNKALTIM.CO - Perkembangan dunia medis semakin lama mengalami kemajuan pesat. Salah satunya adalah upaya dokter di dunia untuk menyembuhkan pasien menghidap HIV.

Kabar baiknya adalah Timothy Ray Brown  yang lebih dikenal sebagai "Berlin Patient" telah bebas dari penyakit HIV.

Hal ini setelah sebelumnya menerima transplantasi dari tahun 2007 sebagai bagian dari program pengobatan panjang untuk leukemia.

Dikutip KlikDokter.com, Dr. Michael Saag, Ketua HIV Medical Association mengatakan bahwa ini merupakan bukti-menarik konsep dengan langkah-langkah luar biasa dimana seorang pasien bisa disembuhkan dari HIV.

"Tetapi terlalu riskan untuk menjadi terapi standar bahkan jika donor yang cocok dapat ditemukan," katanya. 

Dikabarkan pasien berkewarganegaraan Amerika Serikat yang kini tinggal di Jerman ini sebelumnya telah mengidap HIV selama bertahun-tahun.(baca juga: Inilah Cara Terbaru, Cepat dan Murah Deteksi HIV/AIDS)

Tim dokter memantau dan yakin hingga mencatat laporan jurnal apa saja pencapaian kesembuhan dari pasien HIV setelah melalui pengujian secara ekstensif. Hasilnya luar biasa, Brown tidak lagi memiliki tanda-tanda HIV atau Leukimia.

Meski perkembangan tidak berarti membuktikan obat untuk virus telah ditemukan, hasil ini pasti bisa memberi harapan bagi lebih dari 33 juta orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia.

Stem cell disebut sel punca atau sel induk. Ringkasnya, stem cell adalah sel yang masih belum matang dan belum berdiferensiasi (berubah) menjadi sel atau jaringan tertentu.

Nantinya sel ini dapat bereplikasi menjadi sel yang serupa atau menjadi sel lain yang sama sekali berbeda. (baca juga: Walau Diberi Obat, Kekebalan Tubuh Penderita HIV Sama dengan ...)

Dalam bahasa kedokteran, stem cell dapat berupa sel unipoten (hanya dapat berubah menjadi satu jenis sel), multipoten (dapat berubah menjadi beberapa jenis sel), atau totipoten (dapat berubah menjadi jaringan apapun).

Dengan kemampuan inilah stem cell diyakini dapat menyembuhkan sel-sel tubuh yang rusak atau hilang karena penyakit yang berat, dengan cara beregenerasi menjadi organ atau jaringan yang rusak tersebut. (baca juga: Penyakit Misterius Seperti AIDS Kini Merebak di Asia)

Bagaimana di Indonesia?

Menurut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI), Dr. dr. Fachmi Idris, kemampuan individual para dokter Indonesia dalam teknologi sudah sangat mendukung untuk perkembangan sel punca (stem cell).

Ia juga menambahkan bahwa teknologi dan sarana kesehatan di Indonesia sudah sangat memadai untuk menangani tindakan medis, termasuk untuk melakukan pengobatan dengan terapi stem cell.

Sekitar 2008 lalu, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PABDI) berhasil mengembangkan penggunaan sel punca yang diambil dari sumsum tulang belakang untuk mengobati pasien serangan jantung.(baca juga: Wanita PNS Idap HIV/AIDS karena Berhubungan Seks dengan ...)

Menurut pakar jantung PABDI Prof. dr. Teguh Santoso, PABDI telah berhasil mengobati 15 pasien penyakit jantung di RSCM dan RS Kanker Dharmais dengan menggunakan stem cell dan menuai keberhasilan.

Pada bulan Februari lalu telah diresmikan Asosiasi Sel Punca Indonesia di Jakarta. Dengan adanya wadah resmi ini, diharapkan Indonesia akan semakin maju dan terus menerus mengembangkan terapi stem cell serta terus melakukan eksperimen di bidang ini.

Meski masih diliputi pro dan kontra, harus diakui bahwa terapi stem cell adalah harapan di masa depan berguna banyak orang. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim  Tonton Video Youtube TribunKaltim

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved