Salam Tribun

Profit Ganda Talent & Creativity

APRIL 2015 lalu, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menoreh prestasi internasional.

Penulis: Fransina Luhukay | Editor: Amalia Husnul A
tribun kaltim/jino prayudi kartono
Suasana di terminal Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO - APRIL 2015 lalu, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menoreh prestasi internasional. Menempati peringkat 16 bandara dengan tingkat layanan terbaik di dunia, berdasarkan survei Airport Service Quality (ASQ) yang dilakukan oleh Airport Council International (ACI).

Bandara SAMS Sepinggan berkompetisi dengan 79 bandara di seluruh dunia yang berkategori jumlah penumpang 5 juta hingga 15 juta orang per tahun. Posisi Balikpapan berada di atas rangking Bandara San Antonia Texas di Amerika, Bandara Penang di Malaysia, dan Bandara Bengaluru di India.

ASQ merupakan satu-satunya program benchmarking global yang mengukur tingkat kepuasan penumpang di bandara, yang dilakukan oleh ACI, organisasi kebandarudaraan terkemuka di dunia yang berbasis di Montreal, Kanada. Aspek yang dinilai lembaga ini antara lain suasana bandara, fasilitas belanja, fasilitas restoran dan tempat makan, ketersediaan ban atau ATM atau money changer, sarana hiburan dan rekreasi di bandara, serta keramahan dan kesigapan staf bandara.

Selain menempati urutan ke-16 dunia, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan juga sukses masuk posisi 12 di tingkat Asia, dan urutan nomor 1 bandara terbaik di Asia Tenggara. Wow! Menempati posisi 16 dunia merupakan lompatan besar dan tidaklah mudah. Selain kompetitor sangat banyak, pada tahun-tahun sebelumnya Bandara Sepinggan Balikpapan hanya berada di urutan 221 (tahun 2012) dan naik ke posisi 191 (2013).

BACA JUGA: Ternyata, Inilah Penyebab Lidah Dedi Terputus

Manajemen PT (Persero) Angkasa Pura I Bandara Internasional SAMS tentu sangat berbangga. Namun tidak terlena. General Manager (GM) Wendo Asrul Rose langsung melakukan mapping potensi dan membedah satu per satu unit layanan yang harus segera dibenahi.

Target baru pun ditetapkan: 2015, masuk 10 besar terbaik dunia! Untuk mewujudkannya, jajaran manajemen Angkasa Pura I Bandara Internasional SAMS melakukan pembenahan di semua lini. Salah satu yang paling krusial yakni meningkatkan kualitas pelayanan berstandar internasional. Hadirlah unit kerja baru yakni Divisi Customer Service (CS).
Jika sering bepergian melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, setiap waktu pasti menemukan 'sesuatu' yang baru.

Di antaranya ada petugas CS yang standby di pintu masuk gedung terminal keberangkatan, setia menyambut dan menyapa penumpang dan pengunjung yang tiba. Bila penumpang terlihat kebingungan ---karena luas dan megahnya bandara---spontan didampingi petugas CS. Begitu pula di terminal kedatangan dan transit desk. Bahkan ada pula layanan Customer Service Mobile yang fokus membantu para penumpang yang tersesat di area terminal.

BACA JUGA: Angka Kelahiran di RI Tiap Tahun Sama dengan Penduduk Singapura

Hingga 2015, penumpang dari dan ke Bandara SAMS Sepinggan tercatat sebanyak 7,6 juta per tahun. Angka ini lebih meningkat dibanding tahun 2013 yang hanya 7,2 juta penumpang per tahun. Itu sebabnya, masuk dalam kategori bandara berpenumpang 5 juta -15 juta orang.

Hal lain yang menarik yakni dibentuknya Tim Kreatif. Tim ini yang secara intens berkreasi meningkatkan kualitas layanan. Pekan lalu, diluncurkan program baru yang diberi label "Talent & Creativity". Program ini sangat strategis dan berprofit ganda bagi semua pihak yang terlibat. Pada tahap awal, ada beberapa lembaga pendidikan yang digandeng. Para murid dan mahasiswa lembaga pendidikan tersebut tampil memainkan alat musik, menyanyi, tarian daerah, dan modern dance, di area yang sudah ditentukan pukul 09.00 hingga 16.00 tiga hari sepekan.

BACA JUGA: Krisis Air, Pria Ini Pakai Air Galon untuk MCK

Ini bagian dari pelayanan kepada pengguna jasa bandara. Konsepnya, bandara juga menjadi wadah terbaik bagi anak-anak muda mengembangkan potensi diri sesuai bakat. Bukan hanya menyediakan tempat. Manajemen Angkasa Pura pun menyediakan peralatan musik dan penggunaannya gratis.

Sebenarnya, Angkasa Pura I tidak sekadar meningkatkan pelayanan dengan memberi suguhan yang berbeda kepada pengguna jasa bandara. Namun turut mempromosikan lembaga pendidikan serta budaya lokal Kaltim kepada publik nasional dan internasional.

Mestinya Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata harus proaktif mensupport program ini. Segeralah berpartisipasi aktif menyiapkan sekolah, kampus, dan kelompok sanggar untuk bergabung menyukseskan "Talent & Creativity". Tampilan terbaik di terminal Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan berdampak sangat luas bagi dunia pendidikan, pariwisata dan tentu saja Bandara SAMS Sepinggan. (*)


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved