Pemadaman Listrik

Rumah Sakit Ini Harus Sediakan 360 Liter Solar setiap Listrik Padam

Pemadaman listrik secara bergilir masih dilakukan PLN Rayon Melak, Kutai Barat dengan durasi 30 menit hingga 6 jam.

DOK/TRIBUNNEWS
Ilustrasi - listrik padam 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Pemadaman listrik secara bergilir masih dilakukan PT PLN Rayon Melak, Kutai Barat dengan durasi 30 menit hingga 6 jam.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, namun juga mengganggu pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar (HIS).

Khususnya pada malam hari. Pasalnya, saat listrik mati mendadak seluruh instalasi listrik di ruang rawat inap juga mati.

“Apabila terjadi pemadaman listrik pada malam hari, aktivitas pelayanan di RSUD HIS terganggu selama satu menit,” tegas Kepala Seksi Pemeliharaan Sarana RSUD HIS Kubar, Parno kepada Tribunkaltim.co, Selasa (29/9/2015).

Mengantisipasi pamadaman listrik yang dilakukan PLN, RSUD telah menyiapkan genset kapasitas 500 KVA yang secara otomatis menyala jika ada pemadaman. Akan tetapi mesin tersebut menyala satu menit setelah pemadaman listrik.

Baca: Wawali Ini pun Ikut Geram Listrik Byar Pet Terus

“Karena ada jeda waktu, mesin genset menyala setelah mati lampu. Apabila listrik padam dan saat itu genset menyela, dikhawatirkan genset cepat rusak,” jelasnya.

Beban pemakaian listrik di RSUD HIS tergolong tinggi. Saat siang pemakaian listrik untuk pelayanan pasien mencapai 200 KVA. Sedangkan malam hari daya yang digunakan 300-375 KVA.

Apabila pemadaman listrik tiba-tiba pada malam hari, pasien yang menjalani perawatan medis di ruang rawat inap terpaksa harus gelap-gelapan selama satu menit.

“Meskipun sebentar, namun palayanan rumah sakit sempat terganggu,”ujarnya.

Kendati demikian, hal itu tidak terjadi di ruang darurat, seperti ruang operasi dan radiologi, karena telah dipasang di ruang itu telah kami pasang UPS. Parno menambahkan akibat pemadaman listrik bergilir, pihak rumah sakit harus mengeluarkan tambahan biaya oprasional.

Baca: Tiap Hari Listrik Padam 6 Jam, Pemkab pun Gugat UU ke MK

Parno mengungkapkan, satu jam genset beroperasi menggunakan BBM solar 60 liter, jika enam jam mati harus menyiapkan solar 360 liter. Diharapkan, persoalan krisis listrik ini menjadi perhatian pemerintah dan PLN, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar. (*)

Penulis: Febriawan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved