Breaking News:

Menggiurkan, Wisata Bisnis Kopi Sumbang Devisa di Atas Target

Para pelaku wisata bisnis kopi diakui menyumbangkan devisa yang besar untuk Indonesia.

EKA JUNI ARTAWAN
Wisatawan asing tengah melihat secara dekat bintang luwak yang dipelihara di dalam kebun di Yoga Coffee and Luwak Garden di Mengwi, Bali. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Para pelaku wisata bisnis kopi diakui menyumbangkan devisa yang besar untuk Indonesia.

Bahkan jumlah uang yang dikeluarkan ketika melakukan wisata bisnis di Indonesia melampaui target minimal Menteri Pariwisata Arief Yahya.

"Besar (pengeluaran). Mereka (pelaku wisata bisnis) dari luar negeri kalau mau beli kopi di Indonesia bisa mengeluarkan 2.000-3.000 dollar," kata Manager Marketing PT Taman Delta Indonesia, Moelyono Soesilo kepada KompasTravel usai acara "International Coffee Day: Expresso Yourself" di @America, Pacific Place Mall Lantai 3 Kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (29/9/2015) malam.

Ia mengatakan para pelaku wisata bisnis kopi ketika berkunjung ke Indonesia dapat menghabiskan waktu selama 5-7 hari. Kegiatan yang dilakukan para pelaku wisata bisnis kopi, lanjut Moelyono, seperti peninjauan kebun kopi, melihat pemrosesan kopi, dan kegiatan untuk menentukan kualitas kopi sebelum membeli kopi dalam jumlah besar.

"Uang itu per orang yang dikeluarkan rata-rata untuk biaya penginapan, tour dan travel termasuk transportasi juga selama di Indonesia," lanjut Moelyono.

Baca: Ini Satu Lagi Manfaat Minum Kopi bagi Kesehatan

Ia menceritakan pengalaman ketika membawa rombongan wisata bisnis kopi sebanyak 40 orang untuk berkeliling melihat kebun kopi di Indonesia. Rombongan tersebut terdiri dari pengusaha, pembeli kopi, dan wisatawan biasa. "Pernah waktu itu ke Temanggung dan daerah penghasil kopi lain. Biasanya malah mereka nambah (wisata) ke Flores, Yogyakarta, atau ke Bali," ujarnya.


EKA JUNI ARTAWAN Produk kopi luwak buat oleh–oleh di Yoga Coffee and Luwak Garden di Mengwi, Bali. Berat tiap kemasannya mulai dari 100 gram sampai 200 gram.

Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, Syaffruddin juga menambahkan wisata bisnis kopi adalah satu hal yang potensial. Ia mencontohkan dalam wisata bisnis kopi, calon pembeli akan diajak ke kebun terutama pada saat musim panen. "Biasanya pembeli dari Jepang dan Korea. Waktunya 3-10 hari berkeliling Sumatera dan Jawa Timur," kata Syaffrudin.

Baca: Nikmatnya Kopi Delarosa Ludes Dalam Semenit

Seperti diketahui, Menpar Arief Yahya mengatakan biaya wisatawan mancanegara ketika melakukan liburan ke Indonesia adalah 1.000 dollar AS per orang. Hal tersebut merupakan target minimal yang digenjot dalam rangka meningkatkan pemasukan devisa dari sektor pariwisata. (Wahyu Adityo Prodjo)

***

UPDATE berita eksklusif, terbaru, unik dan menarik dari Kalimantan. Cukup likes fan page  fb TribunKaltim.co  atau follow twitter  @tribunkaltim


Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved