Aku Ikhlaskan Kematianmu Nak

Pertunjukan drama kolosal yang diperankan sebanyak 225 orang terdiri dari para TNI Kodim 0907, Yonif 613 Raja Alam

Penulis: Junisah |
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Kodim 0907 Tarakan mempersembahkan drama kolosal dengan judul perjuangan Jenderal Sudirman dalam kegiatan upacara Peringatan hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 TNI, Senin (5/10) di Stadion Datu Adil 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 TNI di Kota Tarakan Provinsi Kaltara terasa begitu istimewa.

Pasca upacara HUT TNI, Senin (5/10/2015) di Stadion Datu Adil dilakukan pertunjukan drama kolosal tentang Perjuangan Jenderal Sudirman.

Drama ini diawali dengan desingan peluru dan suara bom pesawat tempur. Tepat 19 Desember 1949 Belanda melaksanakan agresi militer ke-2 dengan menyerang lapangan terbang maguwo untuk menguasai Yogyakarta pada saat itu menjadi ibukota Indonesia.

Disituasi yang genting Jenderal Sudirman selaku Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) atau sekarang TNI menghadap presiden Soekarno di Gedung Agung. Padahal saat itu Panglima Sudirman dalam keadaan sakit.

Melihat Sudirman sakit, Soekarno meminta kepada Sudirman untuk tinggal di kota. Namun Sudirman tidak mau tinggal dan memilih untuk tetap berperang melawan Belanda dengan bergerilya bersama angkatan perang.

Peperangan ini akhirnya dimenangkan Belanda dan Soekarno berserta Hatta ditangkap Belanda dan diasingkan ke Pulau Bangka. Tak hanya itu, peperangan ini pun menimbulkan korban jiwa dengan banyaknya prajurit tewas dan masyarakat, mulai dari orangtua, remaja hingga anak kecil.

Pasangan suami istri tampak menangis, ketika melihat anaknya yang tewas dalam peperangan ini. Ibu tersebut beberapa kali membangunkan anaknya, tapi anaknya tetap tidak bangun. Sehingga ibu itu pun mengikhlaskan anaknya dan berkata.

"Anakku, anakku mati, kau mati membela negeri, kau pralaya membela negara, aku ikhalskan kematianmu anakku, pak anakmu gugur, dia berjuang dengan tulus dan ikhlas mengorbankan jiwa dan raganya," ujarnya sambil terisak.

Tepat 1 Maret 1949 dini hari, ketika Belanda sedang menikmati kemenangannya, TKR melakukan serangan dan berhasil menduduki ibukota Yogyakarta selama enam jam dan peristiwa ini mampu membuka mata dunia, dan akhirnya Belanda melalui meja bundar mengakui kedaulatan Indonesia dan bendera merah putih kembali dikibarkan.

Pertunjukan drama kolosal yang diperankan sebanyak 225 orang terdiri dari para TNI Kodim 0907, Yonif 613 Raja Alam, Sataga Pamtas 527/Wira Yudha dan dibantu ibu-ibu dari Persit Vabang XIX Dim 0907, jalasenasri dan anak-anak TNI mendapatkan sambutan meriah dari tamu undangan dan penonton yang menyaksikan pertunjukan ini.

Anton, salah tamu undangan mengaku, terharu melihat pertunjukan kolosal tersebut. "Saya terharu sekali, apalagi waktu melihat seorang ibu menangis melihat anaknya yang tewas dalam peperangan. Benar-benar bagus banget dramanya," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Sinta, salah satu pelajar. "Keren yah dramanya, para pemerannnya sangat menguasai banget aktingnya. Saya saja sempat menitikan air mata dan merinding mendengar letusan suara bom dan senjat. Saya baru melihat seperti ini, ternyata perjuangan Jenderal Sudirman untuk membela negara kita berat banget," ujarnya

Sementara itu hal sama juga diungkapkan Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI Wahyudi memberikan apresiasi kepada para anggota TNI dan keluarganya yang mempu berakting dalam drama kolosal tersebut,

"Keren banget dramanya. Benar-benar akting mereka luar biasa, karena disini menceritakan perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut kembali kemerdekaan. Namun dengan peralatan terbatas kita dan tekadan penuh semangan kita mampu mengalahkan Belanda," ujangnya.

Begitupula yang dirasakan Dandim 0907 Tarakan, Letkol Inf Singgih Pambudi Ariyanto. Meskipun drama kolosal ini persembahan dari kodim 0907 Tarakan, namun ketika melihat langsung drama kolosal ini ia pun takjub.

"Saya saja yang melihat latihan drama ini mulai dari awal saja merinding. Seperti kita terbakar jiwa nasionalisme kita, karena pak Sudirman dalam keadaan sakit pun mau keluar masuk gunung. Kita di Kota Tarakan ini hanya tinggal duduk bekerja, dan belajar dan mudah-mudahan dengan menyaksikan drama ini kita dapat mengisi kemerdakaan kita untuk lebih aktif dalam bekerja dan belajar," ungkapnya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Tags
HUT TNI
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved