Berita Video

VIDEO - Perawat Hingga Dokter Demo Rumah Sakit

Setelah demo di depan rumah sakit tersebut, para pendemo berjalan kaki sejauh 100 meter menuju Poliklinik RS Islam yang menjadi kantor direksi rumah

Penulis: Nevrianto | Editor: Martinus Wikan
TribunKaltim/Nevrianto
Puluhan pegawai Rumah sakit Islam Samarinda melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut direksi rumah sakit mundur 

Laporan Reporter tribunkaltim.co, Nevrianto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Sebanyak 50 orang karyawan dan karyawati Rumah Sakit Islam, Samarinda di Jalan Gurami, Samarinda Ilir, melakukan aksi demo menolak keputusan yayasan atas diperpanjangnya masa jabatan direksi saat ini.

Ke 50 karyawan dan karyawati tersebut terdiri dari pegawai rumah sakit serta dokter. Mereka melakukan aksi demo sekitar pukul 10.00 Wita, pada Kamis (1/10/2015).

(Simak juga: VIDEO -- Aksi Berani Anjing Kecil Usir Dua Beruang Besar )

Pada aksi demo tersebut, digelar sepanduk berukuran panjang 3 meter dengan lebar 1 meter. Pada spanduk tersebut bertuliskan "Kami karyawan RS Islam Samarinda Menolak Keputusan Yayasan Atas Perpanjangan Masa Jabatan Direksi yang Sekarang".

Setelah demo di depan rumah sakit tersebut, para pendemo berjalan kaki sejauh 100 meter menuju Poliklinik RS Islam yang menjadi kantor direksi rumah sakit.

Mereka bersemangat di terik matahari menuju kantor Direksi Rumah Sakit Islam dilantau. Namun baru sampai dihalaman parkiran, langkah mereka diadang sejumlah petugas keamanan dari RS Islam. Namun untungnya tidak ada bentrok antara kemanan dan para pendemo. Aksi ini diawasi oleh anggota Polsekta Samarinda Ilir serta  personel Babinsa Kodim 0901 Samarinda.

Perbedaan kesejahteraan menjadi pokok utama dalam aksi tersebut. Seorang bidan IGD, Tinu mengutarakan salah satu sebab dilakukaannya demo karena karyawan menuntut kesejahteraan.

"Gaji karyawan paling besar 3 juta  sedangkan direksi bisa mencapai 30 juta diluar tunjangan kata, Karyawati yang sejak 1995 atau 20 tahun bekerja di RS Islam,” kata Tinu

Begitu pula dengan Perawat Ruang Musdalifa, Nadia (37) turut menyampaikan keinginan kenaikan tarif kesejahteraannya."Ada kesenjangan antara perwakilan Direksi dengan karyawan karyawati, mereka tidak pernah memperhatikan situasi dan keadaan Rumah Sakit setiap hari," katanya.

Kordinator yang ditunjuk karyawan yang berdemo, yakni Sadiq Sahil yang juga dokter Umum sekaligus pembimbing kerohanian mengutarakan karyawan yang melakukan aksi demo sejak jam 9.00 WITA karena adanya dugaan penyelewengan selama menjabat sejak 2012-2015 dilakukan perwakilan direksi RS Islam.

"Selama 3 tahun kepemimpinan dua wakil direksi dinilai tidak ada kemajuan yang berpengaruh terhadap Rumah Sakit Islam. Kami dari karyawan dan karyawati ingin perubahan dari sisi  pendapatan, ingin  perubahan dari segi fasilitas dan pelayanan, dan kami menolak  ketua Yayasan RS Islam yang telah memperpanjang masa jabatan dua perwakilan direksi ditambah  dua tahun lagi,"tegasnya.

Saat Demo berlangsung kegiatan pelayanan UGD dan sekitar ruang perawatan tetap berlangsung, tampak dokter yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD)   Richard Arifin, siap di meja kerjanya. "Kami tetap melakukan pelayanan pada pasien tidak ada yang berubah semua bertugas sesuai posisi dan tangggung jawab meskipun ada penyampaian aspirasi melalui demo," Katanya.

**

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim, Tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved