Tiga Hiu Merah Terhalang Kabut Asap di Zona Perbatasan
Seharusnya kami bisa melihat jauh, namun karena adanya kabut asap ini menjadi hanya terlihat samar-samar saja.
Penulis: Junisah |
TRIBUNKALTIM.CO.TARAKAN - Tiga unit pesawat tempur Super Tucano atau hiu merah yang didatangkan langsung dari Lanud Abdurahman Saleh Malang, melakukan patroli daerah perbatasan di Perairan Ambalat, Jumat (16/10/2015) pukul 09.00 Wita.
Selama satu setengah jam berada di udara, pilot terhalang kabut asap.
Dengan kecepatan pesawat 250 knot atau sekitar 400 km perjam dan jarak pandang kurang dari satu kilometer akibat kabut asap, membuat para pilot agak kesulitan.
Saat pilot melihat 45 derajat ke bawah, wilayah daerah perbatasan terlihat sama-samar dan bahkan melihat kedepan pun tidak kelihatan.
Komandan Skuadron 21 Lanud Abduraham Saleh Malang, Letkol Penerbang Dedi Iskandar, mengungkapkan sebenarnya saat take off, kabut di Bandara Juwata Tarakan asap sudah terlihat.
Hanya saja karena ini tugas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pilot tetap memutuskan untuk melakukan patroli.
"Memang kabut asap ini sangat mempengaruhi jarak pandang kami saat berada di udara. Seharusnya kami bisa melihat jauh, namun karena adanya kabut asap ini menjadi hanya terlihat samar-samar saja," ucapnya usai melakukan patroli di Perbatasan Ambalat.
Dedi mengatakan, meskipun terhalang kabut asap, pilot tidak menemukan adanya pesawat asing atau benda asing yang tertangkap di radar masuk ke wilayah perbatasan Indonesia.
"Selama kami berpatroli, belum ada tanda-tanda mencurigakan" katanya. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.
Like fb TribunKaltim.co
Follow @tribunkaltim
Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/komandan-skuadron-21-lanud-abdurahman-saleh_20151016_165754.jpg)