Kabut Asap

Kabut Asap Makin Tebal, Pangdam Minta Jangan Tunggu Darurat

"Kan harus ditetapkan status darurat dulu baru dana penanggulangan bisa digunakan. Tapi, apa iya kita harus menunggu darurat dulu baru bertindak?"

Kabut Asap Makin Tebal, Pangdam Minta Jangan Tunggu Darurat
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Kawasan Islamic Center dan Tepian di Kota Samarinda tertutup kabut asap. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Rudy Firmanto, Rahmat Taufik, dan Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dampak buruk kabut asap semakin nyata. Dalam beberapa hari terakhir, terutama pagi hari, kondisi kabut terasa kian tebal sehingga menambah kekhawatiran warga. Penderita Infeksi Saluran pernapasan Akut (ISPA) di Kaltim sudah mencapai 322.355 orang.

Pangdam VI/Mulawarman TNI Mayjen Benny Indra Pujihastono langsung bereaksi. Dia berharap ada penanggulangan secepatnya, sebelum situasi menjadi darurat. Pangdam mengakui Pemprov Kaltim dan Pemda di Kaltim terkendala aturan dalam mengalokasikan anggaran bencana untuk menanggulangi kebakaran hutan.

"Kan harus ditetapkan status darurat dulu baru dana penanggulangan bisa digunakan. Tapi, apa iya kita harus menunggu darurat dulu baru bertindak? Harus ada aksi prabencana," kata Benny.

Pangdam lantas menyarankan Pemprov Kaltim meniru langkah yang dilakukan Pemprov Kalsel dan Kalteng. "Kita inventarisasi sumber daya yang ada termasuk personil. Itu yang pertama. Kemudian kita bentuk struktur organisasinya. Mengacu di Kalsel, saat dinyatakan darurat asap, harus langsung ditunjuk penanggung jawabnya. Yang menunjuk ya kepala daerah. Kebetulan di Kalsel yang ditunjuk adalah Danrem," kata Benny.


TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO -- Kawasan Tepian di Kota Samarinda tertutup kabut asap.

Selanjutnya, prediksi kebakaran lahan juga harus diinventarisasi. "Kan kebakaran lahan biasanya terjadi di lokasi yang sama setiap tahun. Ini pentingnya kemampuan prediksi," kata Benny lagi.

Baca: Waspada! Jarak Pandang di Kota Ini Hanya 800 Meter

Bermodal hasil inventarisasi tersebut, lanjut Benny, bisa ditentukan langkah-langkah penanganan. "Bikin blok kanal, parit, embung. Tidak 100 persen bisa menanggulangi (kebakaran), tapi bisa meminimalisir dan itu sangat terasa," tutur Benny.

Saran Benny tersebut langsung direspons Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Upaya pencegahan, kata Awang, bisa dianggarkan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). "Kan kaya pembangunan parit, embung itu bisa dianggarkan di PU. Jadi tidak perlu menunggu darurat dulu baru bertindak," kata Awang.

Dalam rapat koordinasi itu, Awang langsung menunjuk Komandan Korem (Danrem) 091 Aji Suryanata Kesuma sebagai koordinator penanggulangan dan pencegahan kebakaran lahan. "Kita sepakati saja Danrem yang jadi koordinatornya. Nanti dibantu Polda dan semua instansi, termasuk perusahaan," katanya lagi.

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved