Kamis, 9 April 2026

Bungkus Permen Jadi Sorotan, Produsen Rainbow Tarik Produk

"Permen Rainbow tidak bermaksud menyinggung pihak manapun terkait dengan pencantuman berbagai kata gaul tersebut".

Sharia.co.id
Foto permen Rainbow yang dengan jelas menyebut Ya Allah dengan Yaowo. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah warga Jawa Timur dihebohkan dengan munculnya sandal dengan motif berlafadz Allah bermerk Glacio, kini ada lagi permen merk Rainbow yang menyebut Ya Allah dengan Yaowo.

Beredarnya informasi mengenai permen yang menyebut Ya Allah dengan Yaowo tersebut pertama kali diposting oleh netizen bernama Miko Abdurrahman.

Dalam akun facebooknya Miko mengunggah beberapa foto permen Rainbow (berlogo Orang Tua) yang dengan jelas menyebut Ya Allah dengan Yaowo.

Terkait polemik tersebut, produsen permen Station Rasa melalui akun facebooknya menyampaikan permintaan maaf. Mereka juga akan menarik produk dengan kemasan tersebut, Kamis (15/10/2015) pukul 20.05 WIB.

Menanggapi unggahan yang beredar di social media terkait kemasan permen Rainbow yang mencantumkan berbagai kata gaul, dimana salah satunya adalah kata Yaowo, dengan ini Permen Rainbow:
1. Mengucapkan terima kasih atas semua masukan yang diterima dan mohon maaf yang sebesar-besarnya bila tanpa sengaja telah menyinggung beberapa pihak.
2. Permen Rainbow tidak bermaksud menyinggung pihak manapun terkait dengan pencantuman berbagai kata gaul tersebut

Terkait dengan 2 poin di atas, Permen Rainbow akan segera:
1. Menghentikan produksi
2. Menarik stock yang ada di pasar dan memusnahkannya

Sebagaimana diwartakan, dalam bungkus permen Rainbow yang diproduksi oleh PT Ultra Prima Abadi tersebut, terdapat kata-kata kamus gaul.

Salah satu kata kata gaul yang tertulis dalam bungkus permen adalan Yaowo yang ternyata diartikan sebagai Ya Allah.

"Sy barusan menemukan bentuk penghinaan terhadap Alloh pada bungkus permen rainbow yg di produksi pt ultra prima abadi alamat jl raya panjang jiwo 48-50 panjang jiwo surabaya di bungkus tersebut nama Alloh dibuat plesetan yaitu arti Alloh di dalam kamus gaul #008 diartikan sebagai yaowo..na’udzubillah..padahal nama alloh merupakan nama yang tidak boleh dirubah dalam kamus apapun," ujar Miko.

Mudah sekali manusia meremehkan lafadz Allah, bahkan diletakkan di bungkus permen yang akan dibuang di tong sampah atau diinjak injak. (Sharia.co.id/DBS/Facebook)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan.

Like fb TribunKaltim.co 

Follow  @tribunkaltim 

Tonton Video Youtube TribunKaltim

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved