Warga Perbatasan Long Pahangai Dapat Sarapan Bela Negara

Desa Long Pahangai merupakan desa yang berada di Kecamatan Long Pahangai. Daerah ini berada tidak jauh dari perbatasan Indonesia-Malaysia

Warga Perbatasan Long Pahangai Dapat Sarapan Bela Negara
ANDIYAHYA.COM
Sebuah speed boat berjuang melawan derasnya arus di hulu sungai Mahakam di riam Panjang, untuk mencapai Long Pahangai dan Long Apari di Kabuoaten Mahakam Hulu (Mahulu) yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Mahulu baru setahun menjadi daerah otonom baru dan untuk pertama kali akan mengikuti pilkada serentak 9 Desember 2015. 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, M Wikan H

TRIBUNKALTIM.CO, LONG PAHANGAI - Sekitar 150 orang warga Kecamatan Long Pahangai mengikuti penyuluhan hukum tentang Bela Negara dari Kementerian Pertahanan RI dalam rangka pelaksanaan Program Pengamanan dan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Kawasan Perbatasan.

Penyuluhan tersebut merupakan salah satu bentuk bela negara di kawasan perbatasan. Seperti yang dikatakan Kolonel Laut Agus Subagyo, Kepala Kementerian Pertahanan RI Desk Pengendalian Pusat Kantor Pertahanan Wilayah 2 Korda Kaltim.

"Penyuluhan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai bela negara di kawasan perbatasan," kata Agus, Sabtu (17/10/2015) pagi.

Desa Long Pahangai merupakan desa yang berada di Kecamatan Long Pahangai. Daerah ini berada tidak jauh dari perbatasan Indonesia-Malaysia, yakni Serawak Timur.

BACA JUGA: Awali Aksi Bela Negara, 13 Kendaraan Dobel Gardan Menuju Perbatasan

Beberapa desa di kawasan perbatasan, sempat diisukan akan menjadi warga Malaysia karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap mereka.

Dalam penyuluhan tersebut, menceritakan bagaimana kekuatan Indonesia dari berbagai segi, bahkan perbandingan dengan negara tetangga.

Hal ini dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat perbatasan bagaimana bentuk ketahanan nasional dan kehebatan Indonesia.

Penyuluhan bela negara ini dilakukan oleh Kolonel Sus, Bambang Widarto SH.

Bagi Bambang, wujud cinta tanah air yang paling kecil yakni seperti mencintai pekarangan sendiri.

"Salah satu wujud kecil cinta tanah air itu seperti merawat, menanam, memelihara pekarangan rumah," tandasnya. (*)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co Follow  @tribunkaltim  Tonton Video Youtube TribunKaltim

Penulis: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved