Petambak Tiba-tiba Hilang Saat Menjaring Lumut

Risma (47) dan anak bungsunya Juana (20) sangat menantikan kejelasan nasib Paspol Malindo (50), suami dan ayah mereka.

Petambak Tiba-tiba Hilang Saat Menjaring Lumut
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Seorang warga saat berada di wilayah Sungai Selimau, Desa Selimau II, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Minggu (18/10/2015). Dibutuhkan sedikitnya 30 menit perjalanan dari sungai ini ke sungai kawasan tempat petambak yang hilang. 

TANJUNG SELOR, tribunkaltim.co - Seorang wanita duduk di atas permadani, dengan betis ditekuk ke belakang, Minggu (18/10/2015). Punggungnya tampak bersandar di bagian kursi. Perempuan muda juga tampak di samping wanita tersebut, dengan matanya yang sayu. Sekilas begitulah Risma (47) dan anak bungsunya Juana (20) saat menantikan kejelasan nasib seorang laki-laki yang dicintainya.

Paspol Malindo (50), suami Risma dan ayah Juana, sudah seminggu pergi meningggalkan rumah permanen berlantai duanya di Jl. K.H. Achmad Dahlan RT 25, Desa Selimau II, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara. Sejak Senin (12/10/2015), Paspol pergi ke tambaknya yang berada di kawasan Sungai Jelarai.

Dari kediamannya di Jl. K.H. Achamd Dahlan, butuh waktu tempuh selama 30 menit untuk sampai ke lokasi tambak. Memasuki hari ketiga, Rabu (14/10/2015), sejak pergi ke tambaknya, Paspol dinyatakan hilang.

BACA JUGA: Petani Tambak Paser Sempat Jual Kepiting Bertelur Rp 160.000/Kg

Adalah Dullah, sang penjaga tambak, yang kali pertama menyiar kabar hilangnya Paspol. Bermodalkan telepon selular Paspol yang tersimpan di gubuk tambak, Dullah menghubungi Risma, istri Paspol di rumah. "Waktu itu, ibu saya yang terima telepon. Kemudian dia dengar kabar itu dari Dullah. Setelah mendengar kabar itu, ibu saya langsung kasih hp itu ke saya," kata anak pertama Paspol, Juliah (23) saat ditemui tribunkaltim.co di kediamannya.

Juliah bercerita, ayahnya memang sejauh ini banyak menghabiskan waktu di tambak selama 20 tahun terakhir. Tak juga terlalu luas, Paspol hanya memiliki tambak di daerah tersebut kurang lebih 30 hektare.

BACA JUGA: Lagi, Juragan Tambak di Tarakan Ditembak Perampok

Rabu (14/10/2015), selepas waktu magrib, Paspol turun dari gubuk menuju areal tambak yang jaraknya hanya beberapa meter dari bibir sungai Jelarai. Dullah sang penjaga tambak, masih bertahan di gubuk lantaran tengah menyiapkan santap makan malam. "Pak Dullah hanya di gubuk, dia menggoreng ikan. Tidak lama, bapak saya turun. Dullah bilang, bapak saya itu mau nangguk (menjaring) lumut. Tiba-tiba dia dengan suara teriakan, aaaaaaà..!!!!!! Sekali saja. Dullah turun, tapi sudah tidak melihat bapak saya di sekitar tambak," beber Juliah yang kelihatan sangat terpukul atas kejadian ini.

Jumiati, anak kedua pasangan Paspol dan Risma, hanya tercengang mendengar ucapan kaka kandungnya tersebut. Maklum, Jumiati baru saja tiba dari Malang. Ia bersama adik bungsunya, Juana terpaksa pulang ke kediaman orangtuanya lantaran mendapatkan kabar tersebut. Jumiati dan Juana masih tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Muhamadiyah Malang.

"Ya terpaksa pulang karena dapat kabar begini," kata Juana. Dengan nada pelan, Juana mengaku terakhir berkomunikasi dengan ayahnya pada 12 Oktober lalu. Juana berinisiatif menghubungi sang ayah lantaran baru saja berulang tahun yang ke-50.

BACA JUGA: Tambak di 160 Pulau Bakal Diinventarisir

"Bapak saya ulang tahunnya tanggal 10 Oktober. Saya telepon dia tanggal 12 Oktober. Dia tidak berkata apa-apa, saya hanya ngucapkan selamat ulang tahun ke bapak," ujarnya.

Dalam hati sang istri, Risma, masih tersimpan keyakinan yang tinggi bahwa sang suami masih baik-baik saja, tidak seperti perkiraan orang lain. "Saya masih yakin dia selamat. Dia seperti ke tambak saja, seperti biasanya. Beliau hanya belum pulang. Harapan saya ingin dia kembali berkumpul bersama keluarga," ujarnya. (wil)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved