Kabut Asap

Kepala Dinas Kesehatan Ini Mengaku Matanya Pedih Gara-gara Kabut Asap

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Balerina JPP MM ikut merasakan dampak kabut asap.

Kepala Dinas Kesehatan Ini Mengaku Matanya Pedih Gara-gara Kabut Asap
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Situasi kabut asap tebal pada pagi hari di Kota Balikpapan. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Siti Zubaidah, Margareta Sarita, Rahmad Taufik, dan Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Balerina JPP MM ikut merasakan dampak kabut asap. Balerina mengaku matanya pedih karena pekatnya kabut asap yang melanda Balikpapan beberapa hari ini.

"Saya saja tadi pagi sudah tutup rumah rapat-rapat, nyalakan kipas angin kencang. Bayangkan masih pagi mata saya sudah pedas. Berarti asapnya sudah keterlaluan, sebenarnya saya rasa hari ini (kemarin) Indeks Standar Pencemar Udara lebih dari 100," keluhnya saat ditemui Tribunkaltim.co, Selasa (20/10/2015).

Ballerina menyarankan masyarakat, khususnya pasien yang tengah dirawat di rumah sakit maupun puskesmas menggunakan masker. Ia yang mempunyai klinik di kawasan Batakan ini mengatakan asap makin hari makin tebal.

Menurut Balerina, saat ini kasus penyakit yang disebabkan asap fluktuatif. Kadang meningkat, kadang juga tidak ada sama sekali setiap minggunya. "Laporan untuk ISPA saat ini lambat, jadinya kita tidak bisa signifikan dengan data kita. Seperti udara tidak sehat tidak dibarengi kenaikan kasus. Kalau dikatakan udara tidak sehat berarti harus ada yang meningkat, kalau tidak ada yang meningkat, berarti masyarakat sudah sangat baik memprotek dirinya. Apa yang kita imbau didengar," ujar Ballerina.

Baca: Protes Kabut Asap, Mahasiswa Borneo Demo Jokowi di Depan Istana

Sekarang ini, yang paling diperhatikan DKK adalah kasus pneumonia. "Kalau ISPA itu tanpa asap ISPA tinggi di Balikpapan, karena ISPA berhubungan dengan infeksi, daya tahan menurun dan lainnya," katanya.

Ballerina menuturkan, yang bersangkutan dengan asap yaitu pneumonia dan kasus-kasus penyakit kronis pada orang-orang tertentu. Misalnya lansia yang menderita sakit paru-paru kronis, atau anak-anak yang kena asma.

Hingga Oktober ini ada 66 kasus, kalau secara keseluruhan pneumonia itu berjumlah 2.947 kasus sejak Januari hingga pertengahan Oktober.

Sementara, dari beberapa daerah di Kaltim, seperti Kukar, Sendawar, Berau, Kutim, dan Bulungan, beberapa sekolah terpaksa diliburkan. Kepala Dinas Pendidikan Kukar Wiyono mengatakan, sekolah diliburkan karena kondisi kabut asap yang pekat di empat kecamatan, yakni Loa Janan, Muara Kaman, Kembang Janggut dan Tabang. Libur sekolah menyesuaikan kondisi kepekatan asap.

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved