Kabut Asap

Kepada Menteri Pendidikan, Siswi Ini Meluapkan Kekesalannya

Lafia Azahra (15), siswi kelas IX SMP Al Furqon, Kecamatan Alang-alang Lebar, Kota Palembang, meluapkan kekesalannya terhadap pelaku pembakaran hutan.

Kepada Menteri Pendidikan, Siswi Ini Meluapkan Kekesalannya
KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Anies Baswedan saat blusukan ke sekolah Al-Furqon, Kota Palembang, Senin (7/10/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Lafia Azahra (15), siswi kelas IX SMP Al Furqon, Kecamatan Alang-alang Lebar, Kota Palembang, meluapkan kekesalannya terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Kabut asap akibat pembakaran berdampak pada kegiatan belajar mengajar di Palembang, Sumatera Selatan, serta provinsi lain di Sumatera dan Kalimantan. Kondisi ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Lafia mengungkapkan kekesalannya di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, yang melakukan kunjungan ke Palembang dan Jambi selama dua hari, Senin (26/10/2015) dan Selasa (27/10/2015). Sekolah Lafia menjadi sekolah pertama yang dikunjungi Anies.

"Kami kan di sini belajar. Lalu apa pemikiran perusahaan-perusahaan yang membakar lahan itu ya? Mereka memikirkan diri sendiri dengan membakar, membuat lahan baru, untuk kesenangan mereka sendiri. Sementara kami bernapas saja sulit," ujar Lafia dengan suara lantang.

"Saya kepingin pemerintah itu menuntut perusahaan-perusahaan itu, baik luar atau dalam negeri. Karena menurut saya, mereka itu hanya untuk kesenangan diri sendiri saja, demi sawit yang mereka tanam. Sementara anak bangsa yang ingin membangun bangsa ini tidak dihiraukan," lanjut dia.

Lafia juga meminta aparat penegak hukum tidak main-main dalam menindak perusahaan tersebut.

Baca: Kemenkes Kirim 37 Ton Bantuan untuk Korban Asap

"Jangan cuma masuk televisi beberapa hari, lalu hilang enggak diproses-proses," ujar dia.

Mendengar keluh kesah Lafia, Anies hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia memaklumi jika para siswa mulai terganggu dengan kabut asap yang semakin pekat.

"Itu tadi ungkapan kemarahan anak-anak terhadap perusahaan itu. Ya bagaimana tidak marah, asapnya merugikan mereka," ujar Anies.

Tak pengaruhi nilai

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved