Menembus Batas di Ujung Mahakam

Di Kawasan Perbatasan Ini, Beras 25 Kg Dijual Rp 600 Ribu

Sekitar November 2014 lalu, terdengar kabar warga 10 desa yang berada di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) akan hijrah ke Serawak.

Di Kawasan Perbatasan Ini, Beras 25 Kg Dijual Rp 600 Ribu
TRIBUN KALTIM/MARTINUS WIKAN
Salah satu penjual kebutuhan pokok di Desa Tiong Bu u, Kecamatan Long Apari yang lokasinya berada di seberang Desa Tiong Ohang yang juga ibu kota Kecamatan Long Apari. 

TRIBUNKALTIM.CO, MAHAKAM ULU - Sekitar November 2014 lalu, terdengar kabar warga 10 desa yang berada di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) akan hijrah ke Serawak, Malaysia Timur. Kabar tersebut membuat pemerintah Indonesia kalang kabut melakukan pengecekan terhadap desa tersebut.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Pusat terhadap masyarakat perbatasan di Tiong Ohang, Desember tahun lalu, sejumlah pejabat pusat melakukan komunikasi jarak jauh (teleconference) dengan masyarakat dan pejabat daerah, termasuk Gubenur Kaltim terkait isu perbatasan.

Rombongan Kementerian Pertahanan RI Desk Pengendalian Pusat Kantor Pertahanan Wilayah II Korda Kaltim bersama Badan Kantor Pengelola Perbatasan Kabupaten Mahulu dan Badan Perbatasan Provinsi Kaltim menyaksikan langsung kehidupan dan kawasan perbatasan di Tiong Ohang, Long Apari, 14-22 Oktober 2015.

Sebelum pemekaran Kaltim daerah perbatasan Kaltim sangatlah panjang, namun setelah dilakukan pemekaran menjadi dua provinsi yakni Kaltim dan Kaltara, Kaltim hanya mendapatkan sekitar 47 kilometer kawasan perbatasan, yakni Kampung Long Apari, Kecamatan Long Apari, Kalimantan Timur.

Sebelumnya panjang perbatasan Indonesia di Kalimantan mencapai 2.004 kilometer dari Tanjung Datuk (Kalimantan Barat) hingga Pulau Sebatik. Sepanjang perbatasan terdapat 19.328 patok tapal batas. Dari total tersebut Kaltim awalnya kebagian 656 patok batas dan setiap patoknya berjarak 50 - 100 meter.

Baca: Warga Kampung Jaga Tradisi dengan Cara Mengikat Gelang Manik Persaudaraan

Di Kecamatan Long Apari terdapat 10 desa yang sebagian desanya berada di seberang Sungai Mahakam terhubung dengan Jembatan LA (Long Apari). Biaya hidup di kecamatan ini sangatlah tinggi. Pengamatan Tribunkaltim.co saat mengikuti kunjungan ke perbatasan, satu karung 25 kg beras dijual Rp 600 ribu, bahkan isi ulang gas elpiji 12 kg mencapai Rp 300 ribu.

Sedangkan gas tabung 3 kg Rp 200 ribu, meskipun ongkos angkut kebutuhan pokok tersebut telah disubsidi pemerintah.

Tidak sedikit kendaraan roda dua di Kecamatan Long Apari, bahkan kendaraan roda dua dengan merek tertentu dijual Rp 60 juta ada di kecamatan ini. Beberapa masyarakat yang ditemui mengatakan, masyarakat di perbatasan tidak mempermasalahkan harga, yang penting ada barang.

“Kami pernah krisis sekitar awal tahun, saat itu air sungai turun dan tidak ada yang bisa naik, kecuali perahu ces, sementara tidak ada stok beras di kecamatan ini, untung hanya tiga hari,” kata Camat Long Apari Valentina Lalang.

Halaman
12
Penulis: Martinus Wikan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved