MotoGP

Menunggu Mediasi Yamaha Terkait Konflik Rossi-Lorenzo

"Ini bukan berarti bahwa mereka dulunya saling menyayangi, sebelum insiden tersebut. Namun, mereka telah bekerja bersama dengan baik di bawah tim yang

Menunggu Mediasi Yamaha Terkait Konflik Rossi-Lorenzo
MotoGP.com
Cuplikan video dua pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi yang nyaris menabrak Jorge Lorenzo di pit jelang GP Aragon, Minggu (27/9/2015). 

Pipit Puspita Rini/Juara.net

TRIBUNKALTIM.CO -Kisah persaingan satu tim Movistasr Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi terus memanas. Persaingan ini semakin memanas paska balapan GP Malaysia 2015 yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10/2015).

Insiden ini tentu akan selalu diingat karena drama persaingan antara Valentino Rossi (Movistar Yamaha) dan Marc Marquez (Repsol Honda).

Insiden sirkuit Sepang berbuntut panjang. Bukan hanya penalti tiga poin yang harus diterima Rossi, tetapi juga melibatkan pebalap lain. (baca juga: Rossi Tempuh Langkah Banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga )

Jorge Lorenzo bereaksi keras terhadap insiden yang melibatkan Rossi dan Marquez. Faktanya, komentarnya justru menyudutkan Rossi. Menurut pebalap 28 tahun tersebut, hukuman yang diterima Rossi terlalu ringan.

Lebih jauh, Lorenzo mengaku kehilangan rasa hormat terhadap sang pemilik sembilan gelar juara dunia tersebut. Pernyataan Lorenzo ini mengejutkan banyak pihak karena mereka berada di bawah bendera tim yang sama, Movistar Yamaha.

Perseteruan tersebut sudah pasti terpacu karena keduanya tengah bersaing ketat dalam perebutan gelar juara dunia musim ini. Jelang seri terakhir di Valencia, 6-8 November, Rossi unggul tujuh poin atas Lorenzo.

Direktur Tim Movistar Yamaha, Massiomo Meregalli, mengakui bahwa perseteruan antara Rossi dan Lorenzo sudah di luar kendali. Menurut dia, penting untuk mempertemukan kedua pebalap sebelum menjalani seri terakhir. (baca juga: Lorenzo Sebut Balapan Tahun Ini Paling Berat dan Menegangkan)

"Kami akan berbicara dengan mereka," kata Meregalli kepada koran Italia, Corriere dello Sport, yang dikutip motorsport.com. "Kejadian ini membuktikan ada yang salah di antara mereka berdua."

"Ini bukan berarti bahwa mereka dulunya saling menyayangi, sebelum insiden tersebut. Namun, mereka telah bekerja bersama dengan baik di bawah tim yang sama, meskipun mereka bekerja dengan kru masing-masing," kata Meregalli.

Mengatasi perseteruan kedua pebalap tersebut jelas jadi pekerjaan tambahan bagi manajemen Movistar Yamaha sebelum GP Valencia. Namun, rencana untuk masa depan mereka akan jadi urusan lain yang harus dibicarakan.

Rossi dan Lorenzo masih terikat kontrak dengan Yamaha hingga akhir 2016. Pertanyaannya, apakah mereka masih bisa bekerja sama setelah apa yang terjadi tahun ini? (tribunnews.com)

***

UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved