Telat 30 Menit, 10 Maba Fisipol Unmul diskorsing

Ia mengaku kecewa karena rekannya mendapatkan skorsing setelah telat menutup kegiatan tersebut sekitar 30 menit.

Telat 30 Menit, 10 Maba Fisipol Unmul diskorsing
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Univeristas Mulawarman (Unmul) menggelar aksi demonstrasi di dekanat Fisip, menuntut agar skorsing kepada 10 mahasiswa baru Fisipol dicabut, Selasa (3/11/2015). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar aksi demonstrasi di dekanat Fisipol, Selasa (13/11/2015).

Aksi tersebut dilakukan lantaran 10 mahasiswa terkena skorsing selama dua minggu. Mahasiswa yang terkena skorsing merupakan Ketua dan Sekretaris Panitia dari kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Fisipol, beserta 8 orang koordiantor.

Skorsing itu diterima oleh 10 mahasiwa baru itu (angkatan 2015) karena dianggap menjalankan kegiatan kemahasiswaan tak sesuai dengan jadwal acara yang telah mereka susun. (baca juga: Kalau Anggaran PON 2016 Tidak Disetujui, Muslimin Ancam Demo )

“Kami melakukan demostrasi ini sebagai bentuk solidaritas kami terhadap panita pelaksanaan kegiatan mahasiswa yang terkena skorsing,” ucap Aswin selaku Steering Committee (SC) panitia kegiatan mahasiswa tersebut, Selasa (3/11/2015).

Ia mengaku kecewa karena rekannya mendapatkan skorsing setelah telat menutup kegiatan tersebut sekitar 30 menit.

“Telat sekitar 30 menit saja, seharusnya agendanya ditutup pukul 22.30 tetapi panitia telat dan menutupnya sekitar pukul 23.00 Wita beberapa hari lalu,” lanjut Aswin.

Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar pihak fakultas mencabut sanksi yang telah diberikan dan meminta agar dana kegiatan mahasiswa diberikan sebagaimana mestinya.

Tak lama kemudian mahasiswa yang melakukan demonstrasi dipanggil kedalam ruangan untuk melakukan mediasi bersama pihak fakultas. (baca juga: Tugas Polisi, Selain Tangkap Penjahat, Apa Lagi pak? )

Hasilnya pihak fakultas tetap tak mencabut sanksi tersebut dengan alasan sanksi tersebut sudah sesuai dengan kesepakatan yang telah dilakukan oleh panitia dengan pihaknya dimana apabila ada kegiatan yang tak sesuai dengan konsep acara maka panitia akan mendapatkan sanksi seusai dengan yang telah diberikan.

“Hal tersebut kurang mendasar. Begitu juga dengan dana kemahasiswaan, dimana pihak kampus mengaku sudah berupaya kesana kemari mencarikan kami dana,” tutur Aswin.

Hingga saat ini Dekan Fisipol, M Noor dalam dapat memberikan penjelasan banyak, karena sedang berada di luar kota, yakni di Bulungan, Kalimantan Utara. (*)

***

  Follow  @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved