Ziarah ke Makam Soeharto
Rombongan Calon Kepala Daerah Ngalap Berkah di Makam Pangeran Sambernyawa
Sebelum berziarah ke Makam Jenderal Besar Soeharto di Astana Giribangun, para calon kepala daerah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Penulis: Sumarsono |
TRIBUNKALTIM.CO, SOLO - Sebelum berziarah ke Makam Jenderal Besar Soeharto di Astana Giribangun, para calon kepala daerah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia terlebih dahulu berziarah ke makam Raja Surakarta Haningrat di Astana Pangadeg. Lokasinya sekitar 600 meter dari Astana Giribangun, berada di bukit lereng Gunung Lawu.
Menuju Astana Pangadeg, calon-calon kepala daerah dan keluarganya harus jalan kaki menaiki tangga dan jalan tanjakan di lereng bukit. Didampingi juru kunci Makam Astana Giribangun, Sukirno, rombongan jalan beriringan sambil sesekali berhenti di tempat peristirahatan.
Sebelum masuk ke kompleks pemakaman, pengunjung dihadapkan pada tugu penanda makam. Menurut Sukirno, tugu tersebut dibangun dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Di sebelah tugu terdapat ruang yang biasanya digunakan sebagai tempat bertapa. Dan di belakang ruang itu terdapat jalan masuk ke Astana Giribangun.
Meski sebagian calon kepala daerah yang mengikuti ziarah bersama ke Astana Giribangun berusia lanjut, namun semangat mereka untuk bisa berdoa di depan makam Pangeran Samber Nyawa seakan menghilangkan rasa lelah. Sesampainya di gerbang masuk makam, rombongan calon kepala daerah menyempatkan untuk foto bersama.
Memasuki area makam keluarga Mangkunegara langsung disambut juru kunci makam Astana Pangadeg, Suparno. Usai mendengarkan penjelasan tata cara berziarah yang disampaikan Suparno, rombongan calon kepala daerah dan keluarga menuju ruangan, tempat pemakaman Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I alias Pangeran Sambernyawa alias Raden Mas Said.
Baca: Calon Wali Kota Teringat saat Terima Penghargaan Soeharto
Raja pendiri Praja Mangkunegaran tersebut dalam sejarah dikenal sakti mandraguna, sehingga dipercaya masyarakat yang ingin ngalap berkah (mencari rezeki, pangkat dan derajat).
Aroma harum asap dupa mengepul menambah suasana mistis di area makam Pangeran Sambernyawa. Ada tiga makam besar di area tersebut, yakni makam Mangkunegara I, Mangunegara II, dan Mangkunegara III. Raja Mangkunegara III ini lah yang merupakan trah langsung dari Bu Tien Soeharto.
Makam Pangeran Sambernyawa berada di sisi paling kiri, 'berselimut' kain putih. Di ruang terpisah sebelah kirinya terdapat makam istri-istrinya. Di sekitar makam utama terdapat makam-makam lain. Lokasi makam tergantung pangkatnya, mulai dari kerabat kraton hingga abdi dalem.
Di depan malam Pangeran Sambernyawa, para calon kepala daerah membacakan surat Yasin dan doa dipimpin Ustad Agus Arifin. Dengan tangan menengadah ke atas, mereka terlihat khusus berdoa. Saat Ustad Agus Arifin mengucapkan kalimat "Semoga Allah mengabulkan hajat kami yang hadir di makam ini", mereka pun langsung menyahut "Aamiin". Ziarah diakhiri dengan doa pribadi calon kepala daerah disertai tabur bunga.
Menurut Suparno, banyak dari para ziarah yang datang menghabiskan waktu di makam selama berjam-jam. Bahkan ada yang hendak menginap, namun dilarang.
"Para calon itu percaya saat berdoa di makam Astana Pangadeg dan Giribangun akan mendapatkan imbal balik. Intinya mereka percaya kalau lokasi ini merupakan tempat yang afdol untuk berdoa," imbuhnya.
Calon Wali Kota Balikpapan Heru Bambang yang ikut hadir bersama istri dan keluarga mengaku, selain ziarah dan berdoa, kedatangannya di Astana Pangadeg dan Giribangun karena rindu dengan kepemimpinan Soeharto.
Sepeninggal Jenderal Besar tersebut, belum ada lagi pemimpin yang memiliki jiwa kepemimpinan tegas. Sehingga makam yang bersangkutan sangat pantas untuk diziarahi, termasuk makam Raja Pangeran Sambernyawa, sosok pangeran yang memiliki kesaktian dan pemberani saat melawan penjajah Belanda.
"Ya bukan karena apa-apa, karena rindu saja dengan beliau. Mungkin suatu saat kita akan ziarah ke makam pemimpin yang lainnya. Bagaimanapun pak Harto adalah presiden yang telah berhasil memimpin negeri ini selama 32 tahun," pungkasnya. (*)
***
UPDATE berita eksklusif, terkini, unik dan menarik dari Kalimantan. Like fb TribunKaltim.co Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/heru-bambang2_20151104_103654.jpg)