Senin, 13 April 2026

Bertahun-tahun Merantau Jadi Kuli Bangunan, Kakek Ini Ditemukan Tewas

"Merantau ke Samarinda bekerja sebagai buruh bangunan. Sudah dua tahunan, semua keluarganya ada di Jawa (Madura)," kata Udin, kawan Citro.

TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP
Jasad kakek Citro yang semasa hidupnya menjadi kuli bangunan dan sebatangkara, dibawa dan disimpan di RSU AW Syahranie Samarinda, Rabu (4/11/2015) sambil menunggu jembutan keluarganya untuk dikubur di Madura. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga jalan Padat Karya, Sempaja Utara dikejutkan dengan penemuan mayat seorang kakek di rumah bangsalan. Jasad Citro (67) ditemukan Rabu (4/11) pukul 08.30 di kamar mandinya dalam posisi telungkup dengan sarung dan kaos merah.

Citro diduga telah tewas sehari sebelumnya. Tubuhnya belum membengkak. Tapi sudah mengeluarkan bau menyengat. Mulutnya berbusa. Di bagian dahi terdapat luka, diduga karena benturan saat korban terjatuh.

Udin (40) teman dan tetangga Citro menjelaskan, kawannya itu memang sering sakit-sakitan. Di Samarinda tinggal sebatang kara, tanpa keluarga. Seluruh keluarganya berada di pulau Madura."Saya tahunya dia punya sakit maag. Biasanya kalau saya lewat depan rumahnya, lalu manggil dia selalu jawab, tapi sejak kemarin tidak ada jawaban," ucap Udin, Rabu (4/11).

"Merantau ke Samarinda bekerja sebagai buruh bangunan. Sudah dua tahunan, semua keluarganya ada di Jawa (Madura)," tambah Udin yang juga ikut mendobrak pintu rumah Citro.

Wakapolsek Samarinda Utara, AKP Darsono menjelaskan, pihaknya belum dapat mengetahui penyebab pasti dari kematian Citro, karena pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. Namun, dugaan sementara, Citro tewas karena penyakit yang dideritanya, pasalnya disekitar ruangan pada bangsalan tempat tinggal Citro, terdapat sejumlah obat-obatan.

"Jadi, korban tewas saat berada di kamar mandi, ketika sedang buang air besar, karena saat ditemukan, masih terdapat kotoran di toiletnya. Dugaan kami murni karena sakit," ucapnya.

AKP Darsono menambahkan, beberapa tetangga korban telah menghubungi keluarga korban yang berada di pulau Madura untuk melakukan penjemputan terhadap jasad korban dan akan dikebumikan di Madura.

"Untuk sementara kami titipkan di kamar mayat RSUD AW Syahranie sampai keluarga korban datang untuk menjemput, rencananya korban akan dimakamkan di Madura," ujarnya. (m05)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved