Profil

Hreesang Sudah Pimpin 3 KRI

Pada awalnya Hreesang mengira menjadi anggota TNI hanya mengandalkan fisik semata, tapi ternyata malah lebih banyak menguras otak.

Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUN KALTIM
Letkol Hreesang Wisanggeni 

TRIBUNKALTIM.co - PRIA kelahiran 25 Januari 36 tahun lalu ini tak membayangkan jika akhirnya menjadi seorang pemimpin puluhan ABK dan mengkomando Kapal Perang Republik Indonesia. Lahir di Kota Udang Sidoarjo, Letkol Hreesang Wisanggeni tumbuh menjadi sosok cerdas dan sangat menyukai pelajaran berhitung.

Pada awalnya Hreesang ingin melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan dengan mengikuti seleksi perguruan tinggi. Saat hari H ujian, ada kejadian yang membuat dirinya tak bisa mengikuti ujian seleksi perguruan tinggi sehingga gagal untuk melanjutkan kuliah.

"Jadi sempat daftar SMPTN di Unair lokasi testnya, pas mau ujian sudah di kampus, sama teman tunggu jam ujian tiba menunggu di masjid, tiba-tiba perut saya sakit sampai akhirnya ketiduran dan tidak ikut ujian," katanya.

Tapi tidak sama dengan test AAL semua proses berjalan lancar tanpa hambatan sampai akhirnya masuk pendidikan walaupun saat itu belum dinyatakan lulus sekolah. "Mungkin garis tangan saya mengatakan jadi Anggota TNI, semua proses berjalan lancar, dinyatakan lulus sebelum saya dapat ijazah sekolah jadi senangsekali saat itu," katanya.

BACA JUGA: KRI Terapang Dilengkapi Rudal dan Peta Elektronik

Hreesang sempat salah memprediksi tentang menjadi anggota TNI khususnya angkatan laut. Pada awalnya Hreesang mengira menjadi anggota TNI hanya mengandalkan fisik semata, tapi ternyata malah lebih banyak menguras otak khususnya dalam hal hapalan. "Saya memang suka menghitung tapi benci namanya hapalan. Di situ saya kaget sekali dan beradaptasi lama sampai akhirnya terbiasa," katanya.

Setelah melewati semua pendidikan dan mengikuti beberapa pelatihan dalam dan juga luar negri, pria lulusan AKABRI 1997 ini akhirnya dipercaya untuk menjadi komandan Kapal yakni KRI Kerapu di tahun 2008.

"Pertama kali saat menjadi komandan pas latihan bersama dengan negara Brunei lokasinya di wilayah Balikpapan sampai tarakan," katanya. Setelah KRI Kerapu Hreesang juga pernah mengkomandoin KRI Tongkol dan KRI Hiu sampai akhirnya saat ini memegang KRI Sampari 628.

BACA JUGA: Amakan Jusuf Kalla, Kapal Pemukul Jaga di Bandara SAMS

Menjadi anggota TNI Angkatan Laut tentunya ada kalanya suka dan duka yang dialami oleh Hreesang terlebih lagisetelah menikah, karena harus lebih banyak tugas berlayar daripada di rumah. "Tentunamanya tugas harus dijalankan, paling tidak 3 bulanb erlayar nanti pulang paling seminggu kalau dapat tugas kembali ya harus berangkat," katanya.

Tetapi risiko tersebut dapat dimengerti oleh sang istri sebab merupakan konsekuensi sebagai istri prajurit. Mengenai suka, hampir negara di kawasan Asia sudah pernah dijelajahi oleh Hreesang tentunya dengan menggunakan kapal laut. (m10)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved