Hukum dan Kriminal
Pria Ini Menangis Ketika Jelaskan Cara Membunuh Empat Anaknya
Setelah lama tak terdengar kabarnya, ternyata Upik memendam kesedihan dan penyesalan atas tindakannya terhadap anak dan istrinya.
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masih ingat dengan Sadriansyah alias Upik (42), pelaku kejahatan yang tega membunuh empat balitanya dan memperkosa anak gadisnya, yang terungkap pada April silam oleh jajaran kepolisian Polsekta Sungai Kunjang?
Setelah lama tak terdengar kabarnya, ternyata Upik memendam kesedihan dan penyesalan atas tindakannya terhadap anak dan istrinya.
Pasalnya, selama dititipkan ke rutan klas II A, Sempaja, dirinya merasa kesepian, karena tak satu pun keluarga maupun teman-temannya yang datang untuk mengunjungi dirinya.
Tribunkaltim.co pun berkesempatan untuk mewancarai Upik sebelum sidang di Pengadailan Negeri Samarinda, Jalan M Yamin dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Saat ditanya-tanya Upik masih sempat melontarkan senyum dan sempat bercanda, seakan tak menyesali perbuatannya.
"Walaupun ramai di dalam penjara, tapi saya kesepian, tidak pernah ada yang tengokin saya, tapi saya sadar kenapa tidak ada yang tengokin saya, perbuatan saya memang sangat keterlaluan, pasti penyebabnya," ucap pria berbadan kekar yang menggunakan peci warna biru itu, Rabu (11/11/2015).
Baca: Ayah Pembunuh dan Pemerkosa Anak Kandung Itu Masuk RSJ ...
Sebelumnya, Upik sudah menjalani persidangan dengan tuntutan karena melakukan pemerkosaan terhadap anaknya, hakim pun menjatuhkan hukuman selama 9 tahun penjara.
Kali ini, Upik kembali menjalani proses persidangan dengan tuntutan melakukan pembunuhan, hingga sidang pemeriksaan terdakwa, Upik sudah 4 kali menjalani persidangan.
Ketika persidangan dimulai, sekitar pukul 15.45 wita, Hakim mulai menanyai Upik untuk mencocokkan dengan hasil persidangan bersama saksi dan Upik sendiri pada persidangan sebelumnya. Hasilnya pun, Upik membenarkan seluruh keterangan saksi.
Namun, belum usai persidangan, Upik tiba-tiba menangis, ketika hakim bertanya tentang penyebab kematian dari 4 orang anaknya, sambil terisak, Upik menerangkan satu per satu penyebab anaknya tewas ditangannya sendiri.
Ketika Upik menjelaskan satu per satu cara dirinya membunuh anak-anaknya, peserta sidang yang terdiri dari warga sipil yang kebetulan berada di PN mengaku miris mendengar pengakuan dari Upik.
"Astaga, merinding saya dengarnya, lebih baik saya keluar ruangan dulu, tidak tahan saya," ucap seorang peserta sidang.
Baca: Warga Kecam Perbuatan Sadriansyah
Upik menerangkan kepada hakim, tindakan yang dilakukannya kepada keluarganya itu, dilatar elakangi karena trauma masa kecilnya yang kerap disiksa oleh kakaknya.
"Sejak kecil saya sudah disiksa oleh kakak saya, itu yang buat saya kalap mata membunuh anak-anak saya, saya juga tidak pernah merasakan belas kasih orangtua. Jadi, sejak kecil saya hanya ikut orang saja di Bontang, itu juga saya sering disiksa dan diancam dibunuh," urainya kepada hakim persidangan.
Jaksa Penuntut Umum, Agus Suprianto menjelaskan, Rabu (18/11/2015) depan, Upik akan menjalani sidang tuntutan atas perbuatannya membunuh 4 anaknya.
"Kalau ada saksi yang bisa meringankan hukumannya tentu diperbolehkan untuk dihadirkan dalam persidangan, jadi minggu depan akan dilakukan sidang tuntutan, semoga berjalan lancar saja," ucapnya singkat. (*)
***
Follow @tribunkaltim Tonton Video Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/upik_20151112_132249.jpg)
